TheTapaktuanPost | Samadua. Pengadaan sembako sebanyak 18.617 paket bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Kabupaten Aceh Selatan, sumber APBK tahun 2020 menggunakan dana hasil refocusing program dan kegiatan DID sebesar Rp. 4,5 miliar.
Bantuan ini akan disalurkan secara bertahap kepada seluruh keluarga penerima manfaat di 260 desa dalam 18 kecamatan. Sedangkan data penerima bantuan sembako tersebut berdasarkan usulan data masing-masing Keuchik.
Hal itu disampaikan Plt. Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran saat menyerahkan secara simbolis paket sembako bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Kantor Camat Samadua, Rabu (6/5/2020) pagi.
Disebutkan bahwa, selain sembako sumber APBK secara bersamaan juga disalurkan bantuan paket sembako dari Pemerintah Aceh sumber APBA sebanyak 5.933 KK penerima manfaat.
“Adapun sembako yang perdana disalurkan di Kecamatan Samadua ini, masing-masing sumber APBK berjumlah 1.930 KK dan sumber APBA berjumlah 392 KK,” ujar Tgk. Amran.
Jenis bantuan antara lain, beras medium 10 Kg per KK, gula pasir 2 Kg per KK, minyak goreng 2 liter per KK, ikan sarden 4 kaleng per KK dan mie instan 1 kotak per KK.
Menurutnya, sasaran penerima bantuan tersebut adalah masyarakat fakir dan miskin (DTKS), masyarakat terdampak Covid-19, bukan penerima PKH sembako kemensos (BPNT) termasuk sembako APBA dan bukan ASN, TNI/Polri.
Sistem pendistribusiannya dengan cara penyedia akan melakukan serahterima barang di setiap Kantor Camat sesuai dengan jenis dan volumenya. Sedangkan untuk pendistribusian/penyaluran dari Kantor Camat ke setiap rumah penerima akan dilakukan oleh pilar sosial dengan satgas Covid-19 masing-masing desa.
“Semoga bantuan yang disalurkan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak wabah Covid-19,” harap Tgk. Amran.
Mohon Maaf Atas Keterlambatan
Dalam kesempatan itu, Plt. Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat atas keterlambatan penyaluran sembako tersebut. Seharusnya, kata Tgk. Amran, paket sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 tersebut harus sudah disalurkan kepada para penerimanya sebelum meugang puasa bulan April lalu. Namun karena ada faktor kendala satu dan lain hal sehingga rencana itu tak terlaksana.
Menurut Tgk. Amran, keterlambatan ini murni karena faktor teknis yaitu belum cukupnya ketersediaan jenis barang. Pihak distributor yang ditunjuk mengalami kendala dalam mencukupi seluruh jenis barang karena stoknya memang sedang langka di Medan, Sumatera Utara.
“Ini bukan faktor disengaja, melainkan memang benar ketersediaan barang sedang langka di pasaran. Terutama sekali khusus gula pasir dan minyak goreng. Sebab permintaan barang serupa juga sedang berlangsung di seluruh Indonesia,” tandasnya.






