TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Selatan, Dzumairi ST M.Si menyatakan, turunnya harga ikan segar khususnya ikan kualitas ekspor dipasaran, disebabkan karena terbatasnya permintaan oleh toke-toke ikan di Sibolga dan Medan, Sumatera Utara.
“Terbatasnya permintaan ikan di Sibolga dan Medan karena pengaruh penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Sehingga toke ikan di Aceh Selatan tidak leluasa lagi membawa ikan ke luar,” kata Dzumairi kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (9/4/2020).
Kendati demikian, lanjutnya, aktivitas nelayan mencari ikan di laut lepas tetap normal seperti biasa. Hanya saja, ikan – ikan kualitas ekspor hasil tangkapan nelayan terpaksa dilepas di pasaran lokal dengan harga sedikit miring dibandingkan harga ikan ekspor di Medan dan Sibolga.
Menumpuknya ikan – ikan di pasaran lokal tentu saja berpengaruh terhadap harga jual, saat ini harga ikan kakap merah kualitas ekspor dilepas hanya Rp.45.000 – Rp.50.000/Kg, turun dari harga sebelumnya Rp. 70.000 – Rp. 80.000/Kg.
“Tentu saja turun harga jual ikan tersebut tidak sebanding dengan biaya operasional nelayan saat pergi melaut,” tuturnya.
Disebutkan, ditengah kondisi turunnya harga ikan hasil tangkapan nelayan Aceh Selatan yang biasanya dibawa ke Sibolga dan Medan. Malah sebaliknya, ada kapal nelayan asal Sibolga yang ingin melepas hasil tangkapannya di Aceh Selatan.
“Jika ini terjadi, sudah tentu harga – harga ikan hasil tangkapan nelayan kita di pasaran lokal akan semakin anjlok,” pungkasnya.
Harga Ikan Segar Kualitas Ekspor di Aceh Selatan Anjlok, Dampak Covid-19