Misteri Dibalik Hilangnya Warga Lhok Aman Meukek Akhirnya Ditemukan Disela-sela Batu Karang Pinggir Laut

TheTapaktuanPost | Meukek. Penemuan M. Din Manan (73) warga Desa Lhok Aman, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan, Senin (4/5/2020) sekitar pukul 03.15 WIB dini hari dalam kondisi selamat dengan luka robek di kepala, setelah 9 jam hilang masih menyimpan misteri.

Soalnya, secara logika berfikir tak masak akal korban sengaja pergi ke lokasi itu di pinggir pantai disela-sela batu karang cadas arah Desa Labuhan Tarok, Meukek di malam gelap gulita. Apalagi untuk menuju ke lokasi itu, harus melalui batu karang disepanjang pesisir laut yang cadas dengan terjangan ombak tergolong ganas.

Sebelumnya, saksi mata menuturkan, korban yang keluar rumahnya pada Minggu (3/5/2020) sekitar pukul 10.00 WIB, terakhir kali dilihat dipinggir sungai desa setempat sekitar pukul 17.30 WIB, sebelum akhirnya hilang.

Proses pencarian korban yang melibatkan tim gabungan BPBD, Satgas SAR, Muspika Meukek dan puluhan masyarakat setempat sejak sore menjelang magrib hingga tengah malam tak membuahkan hasil.

Proses pencarian yang terus berlangsung hingga dini hari, akhirnya baru membuahkan hasil sekitar pukul 03.15 WIB Senin (4/5/2020) beberapa saat menjelang sahur.

Keuchik Lhok Aman, Marzun, menuturkan, awalnya tim pencari yang melibatkan petugas gabungan bersama puluhan masyarakat sempat kewalahan menemukan korban. Proses pencarian sejak ba’da magrib hingga dinihari dengan menyisir sepanjang sungai hingga kuala Pasie Lhok Aman serta semak-semak belukar diseputaran Pasie Lhok Aman tak membuahkan hasil.

“Kita juga sempat meminta bantuan kepada Tgk. M Jalil, untuk menemukan keberadaan korban. Dengan gambaran sekilas keberadaan korban disebutkan mengarah kuburan Tengku di seputaran Gunung Pasie Lhok Aman. Kuburan Tengku ini berada tak jauh dari lokasi penemuan korban,” tutur Marzun.

Karena sudah larut malam, cerita Marzun, Tim SAR bersama BPBD sempat meminta waktu beristirahat di sebuah rumah di Desa Alue Meutuah yang bertetangga dengan Desa Lhok Aman. Rencananya, proses pencarian korban akan dilanjutkan kembali oleh anggota Tim SAR bersama BPBD pada keesokan harinya.

Ia selaku Keuchik yang masih stanby dilokasi, lanjut Marzun, meminta kepada Ketua Pemuda untuk mengkoordinir para pemuda agar tetap stanby dilokasi. Akhirnya para pemuda memutuskan mendirikan tenda di pinggir pantai Pasie Lhok Aman.

Saat sedang mendirikan tenda inilah, cerita Marzun, para pemuda melihat seperti pantulan cahaya senter korek api di sela-sela batu karang pinggir laut.

“Awalnya, para pemuda sempat merasa curiga. Soalnya ketika di senter dari jauh sumber cahaya lampu senter dimaksud tidak membalasnya. Sebab biasanya jika ada orang yang sedang mengail atau menembak ikan di pesisir pantai pada malam hari. Jika disenter akan balik menyenter, sebagai tanda memberi kode,” ungkapnya.

Untuk diketahui, jarak antara lokasi para pemuda mendirikan tenda dengan lokasi sumber cahaya lampu senter korek api tersebut sekitar 500 meter arah Desa Labuhan Tarok.

Untuk memastikan kecurigaannya itu, akhirnya para pemuda memutuskan mendatangi lokasi sumber lampu senter itu. Benar saja, ketika sampai ke lokasi tersebut para pemuda melihat korban terduduk lemas dalam kondisi luka robek di kepala yang diperkirakan akibat terbentur batu karang.

Korban saat itu juga langsung di evakuasi ke Puskesmas Meukek, untuk mendapatkan perawatan medis.

Keuchik Lhok Aman, Marzun, juga mengaku masih menyimpan misteri dibalik keberadaan korban di sela-sela batu karang cadas arah Desa Labuhan Tarok tersebut. Menurutnya, jika dalam kondisi normal terasa mustahil orang sengaja pergi ke lokasi itu dalam suasana malam gelap gulita.

Namun sayangnya, kronologis lengkap dan pasti belum bisa ditanyakan langsung kepada korban, karena sampai saat ini masih menjalani perawatan di Puskesmas Meukek.

“Memang sempat ditanyakan oleh anaknya beberapa saat pasca ditemukan, namun beliau yang dalam kondisi sangat lemas hanya menjawab singkat saja bahwa beliau pergi mandi,” ucap Marzun.

Ada apa dibalik misteri ini ? Mungkinkah ada makhluk lain yang membawa beliau hingga tersesat ? Wallahualam bissawab.

Pos terkait