Warga Masih Bertahan di Rumahnya, Tim BPBD Aceh Selatan Mulai Siaga di Trumon Raya

TheTapaktuanPost | Trumon Tengah. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Aceh Selatan, Cut Syazalisma S.STP, melaporkan bahwa sedikitnya sebanyak 31 rumah penduduk telah mulai terendam banjir kiriman setinggi 30 cm s/d 50 cm di Kecamatan Trumon Tengah dan Trumon Timur, Senin (4/5/2020) sekitar pukul 11.40 WIB.

Sejauh ini, puluhan warga yang rumahnya telah dikepung banjir, masih memilih tetap bertahan di rumahnya masing-masing, belum mau di evakuasi ke titik posko pengungsian yang telah disediakan.

“Saya telah memerintahkan Kabid Kedaruratan Logistik dan Peralatan untuk berkoordinasi dengan pejabat Muspika dua kecamatan dimaksud. Selain itu, saya juga telah menugaskan Danpos Damkar-PB Pos 06 Trumon serta Satgas PB BPBD untuk turun ke lokasi,” kata Cut Syazalisma saat menjawab konfirmasi TheTapaktuanPost via virtual, Senin malam.

Pengerahan sejumlah personel tersebut, kata Cut Syazalisma, juga turut serta membawa peralatan evakuasi warga jika air banjir genangan makin besar. Selain itu, tim Satgas PB BPBD Aceh Selatan juga telah membawa logistik darurat guna persiapan pendirian dapur umum sebagai langkah kesiap-siagaan menghadapi kondisi makin memburuk.

Berdasarkan hasil monitoring timnya yang telah diterjunkan ke lapangan, lanjut Cut Syazalisma, hingga pukul 11.40 WIB tadi, di Kecamatan Trumon Tengah baru dua desa yang pemukiman penduduknya telah mulai tergenang banjir yaitu, Desa Lhok Raya dan Cot Bayu. Sedangkan Kecamatan Trumon Timur baru satu desa yaitu Seuneubok Pusaka.

“Data terdampak sementara di Desa Seuneubok Pusaka, Trumon Timur rumah terendam banjir setinggi 30-50 cm sebanyak 6 unit yang terdiri dari 13 KK atau 24 jiwa. Di Desa Lhok Raya Trumon Tengah sebanyak 25 rumah yang terdiri dari 46 KK atau 98 jiwa. Sedangkan satu desa lagi di Trumon Tengah yaitu Cot Bayu sejauh ini banjir kiriman belum menggenangi rumah warga,” sebut Cut Syazalisma.

Banjir genangan ini, ujarnya, terjadi pasca intensitas curah hujan sedang hingga tinggi mengguyur wilayah itu pada Minggu (3/5/2020) sekitar pukul 17.00 WIB hingga Senin (4/5/2020) pukul 04.00 WIB dinihari. Mengakibatkan meluapnya air sungai Trumon ke permukiman warga sehingga menggenangi rumah penduduk.

“Ini merupakan bencana banjir kiriman yang rutin saban tahun terjadi akibat meluapnya DAS Lawe Alas Singkil yang berhulu dari Kabupaten Aceh Tenggara. Jika intensitas curah hujan terus tinggi, biasanya banjir kiriman makin parah,” ungkapnya.

Itu sebabnya, untuk memaksimalkan proses penanganan banjir, pihak Pusdalops PB BPBD Aceh Selatan telah berkoordinasi dengan Pusdalops PB BPBD Aceh Tenggara.

Petugas Siaga di Trumon Raya

Lebih lanjut, Cut Syazalisma juga menginformasikan bahwa sampai saat ini pihaknya masih menstanbykan sejumlah petugas di wilayah Trumon Raya yang bertugas terus memantau perkembangan situasi terkini.

“Tim masih siaga dan stanbay di wilayah Trumon Raya memantau perkembangan, menerima informasi dan membuat laporan segera. Jika kondisi semakin memburuk dengan terus naiknya banjir, maka warga korban akan di evakuasi ke titik lokasi posko pengungsian di Kompi Brimob,” pungkasnya.

Pos terkait