TheTapaktuanPost | Jakarta. Menteri BUMN Erick Thohir resmi merombak jajaran direksi PT Pos Indonesia (persero) dan mengangkat Faizal Rochmad Djoemadi sebagai Direktur Utama. Sebagai orang nomor satu, Faizal Rochmad sebelumnya adalah Direktur Digital Business Telkom sebelum digantikan oleh Fajrin Rasyid.
Menariknya di dalam formasi baru tersebut terdapat wartawan senior Nezar Patria yang ditunjuk sebagai Direktur Kelembagaan yang sebelumnya ia adalah Pemimpin Redaksi Harian The Jakarta Post, koran harian nasional berbahasa Inggris yang usianya cukup tua.
Sebelum menjadi wartawan, Nezar Patria dikenal luas sebagai salah satu aktivis korban penculikan 1998.
Kala masih sebagai mahasiswa pada masa itu, dia berani menentang Orde Baru hingga namanya masuk dalam daftar aktivis yang harus dibungkam bahkan akan dihilangkan.
Setelah era Orde baru tumbang, Nezar memilih aktif menjadi wartawan, sementara banyak rekannya sesama aktivis terjun sebagai politisi.
“Saya memilih menjadi wartawan, karena keleluasaan berekspresi adalah oksigen bagi demokrasi. Proses ini perlu juga dijalani,” ujar sarjana Filsafat UGM kelahiran Sigli, Aceh, 49 tahun silam ini.
Di dunia wartawan, Nezar cukup lama bergabung bersama Tempo lalu ikut mendirikan portal berita VivaNews. Dia juga pernah menjadi Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) serta anggota Dewan Pers.
Pergantian susunan direksi baru Pos Indonesia sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: SK-301/MBU/09/2020 terkait dengan Pemberhentian Peralihan Tugas dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi PT Pos Indonesia (Persero) menetapkan sebagai berikut:
Faizal Rochmad Djoemadi (Direktur Utama)
Tonggo Marbun (Direktur SDM & Umum)
Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman (Direktur Keuangan)
Nezar Patria (Direktur Kelembagaan)
Hariadi (Direktur Kurir & Logistik)
Charles Sitorus (Direktur Jaringan & Layanan Keuangan)
Erick pun berharap kepada direksi baru dapat menuntaskan agenda besar PT. Pos Indonesia, dan oleh karenanya mohon restu dan kerjasama seluruh pihak yang ingin tumbuh bersama Pos Indonesia menuju potensi bisnis yang maksimal dan berkelanjutan.
Tercatat Pos Indonesia saat ini mempunyai jaringan yang sangat luas yang memiliki 4.800 Kantor Pos online dengan jumlah titik layanan (point of sales) mencapai 58.700 titik dalam bentuk Kantor pos, Agenpos, Mobile Postal Service, dan lain-lain.
Melirik dari rekam jejak para direksi baru Pos Indonesia tersebut, Faisal Rochmad Djoemadi sebelumnya merupakan Direktur Digital Business Telkom, kemudian Tonggo Marbun sebelumnya adalah Senior Vice President Human Capital Engagement di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (idxchannel.com/dbs)

