“Kami pastikan pelayanan tetap berjalan normal seperti biasa, sama sekali tak terganggu (dengan kosongnya jabatan kadiskes),” kata Halizan Ismail kepada wartawan di Tapaktuan, Senin (24/9).
Untuk diketahui bahwa, Kadiskes Aceh Selatan Mardaleta S.E,M.Kes telah mengundurkan diri dari jabatannya terhitung 1 September 2018. Mardaleta lebih memilih melanjutkan study kuliah doktoralnya (S3) di Unsyiah Banda Aceh.
Hanya saja, lanjut Halizan, karena saat ini masih terjadi kekosongan jabatan Kadiskes, untuk hal-hal yang sifatnya prinsipil benar belum bisa diproses oleh pihaknya. Beberapa kebijakan yang sifatnya strategis dan prinsipil itu adalah terkait pencairan anggaran.
“Benar, kalau terkait anggaran ya tidak bisa di cairkan saat ini, salah satunya seperti anggaran operasional Puskesmas. Yang bisa diproses hanya surat-surat yang sifatnya biasa,” ungkapnya.
Meskipun demikian, Halizan memastikan pelayanan kesehatan di sejumlah Puskesmas di daerah itu tetap berjalan normal seperti biasa. Sebab, kata dia, untuk kebutuhan obat-obatan telah ada stok yang cukup sebelumnya. Termasuk keperluan ATK dan barang habis pakai, pihak Puskesmas bisa mengambil dulu pada pihak ke tiga.
“Yang pasti, sejauh ini kami belum menerima adanya keluhan atau persoalan dari pihak Puskesmas. Kami terus memantau dan kondisinya terus berjalan normal seperti biasa,” jelasnya.
Terkait masih terjadi kekosongan jabatan Kadiskes tersebut, Halizan Ismail mengaku pihaknya telah menjumpai asisten Setdakab dan Sekda H. Nasjuddin secara langsung. Namun sayangnya, pimpinan diatas pun sampai saat ini belum mengambil kebijakan strategis untuk mengisi kekosongan jabatan dimaksud.
“Sampai saat ini belum ditunjuk pejabat Plh atau Plt-nya. Yang pasti masih kosong. Meskipun demikian, pelayanan yang sifat administrasi tetap berjalan seperti biasa,” pungkasnya.



