UNBK SMP/MTs di Aceh Selatan Berjalan Lancar

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Wakil Bupati (Wabup) Aceh Selatan, Tgk. Amran memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ke sejumlah sekolah tingkat SMP/MTs, Senin (22/4/2019).

Ikut mendampingi Wabup, Sekdakab Aceh Selatan H. Nasjuddin SH, para asisten Setdakab, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Martunis bersama sekretaris dan para kabid. Majelis Pendidikan Daerah (MPD), perwakilan pejabat dari Kantor Kementerian Agama Aceh Selatan, para pengawas sekolah dan para kepala UPTD.

Bacaan Lainnya

Pemantauan UNBK pada hari pertama ini dimulai dibeberapa sekolah dalam Kota Tapaktuan. Kemudian tim dibagi dua, satu tim yang dipimpin langsung Wabup Tgk. Amran memantau jalannya UNBK disejumlah sekolah di sebelah timur Kota Tapaktuan mulai dari Kecamatan Pasie Raja sampai Trumon Timur.

Kemudian tim kedua yang dipimpin Sekdakab Aceh Selatan, H. Nasjuddin SH memantau jalannya UNBK ke sejumlah sekolah sebelah barat Kota Tapaktuan mulai dari Kecamatan Samadua hingga Labuhan Haji Barat.

Wabup Tgk. Amran mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan langsung dilapangan, pelaksanaan UNBK tingkat SMP/MTs pada hari pertama di daerah itu berjalan lancar dan sukses tanpa ada kendala yang berarti.

“Meskipun pada UNBK tingkat SMP/MTs tahun 2019 ini seluruh sekolah sudah menerapkan sistem UNBK, namun pelaksanaan ujian pada hari pertama terpantau berjalan lancar, tanpa ada kendala yang berarti,” kata Tgk. Amran.

Pihaknya, lanjut Tgk. Amran, mengharapkan kepada seluruh siswa agar betul-betul serius dan fokus mengikuti ujian, sehingga berhasil meraih nilai yang memuaskan.

Sementara itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan, Drs. Martunis menjelaskan bahwa, UNBK yang berlangsung selama empat hari mulai Senin – Kamis (22-25/4/2019) tersebut, diikuti sebanyak 3.793 siswa.

Terdiri dari, SMP sebanyak 2.838 siswa dari 58 sekolah dan MTs sebanyak 955 siswa dari 24 sekolah.
Mata pelajaran yang diujiankan masing-masing Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

“Kami pastikan bahwa, seluruh sekolah tersebut menggelar ujian dengan sistem UNBK tahun 2019 ini,” kata Martunis.

Didampingi Kabid Pembinaan SMP Ahmad Yani S.Pd, Martunis menambahkan, untuk menyukseskan pelaksanaan UNBK diseluruh sekolah SMP/MTs tersebut, pihaknya menerapkan tiga opsi.

Opsi pertama, pelaksanaan UNBK digelar oleh sekolah yang telah memiliki perangkat komputer sendiri secara lengkap. Opsi kedua, digelar dengan cara menumpang disekolah lain yang memiliki perangkat komputer lengkap. Opsi terakhir, digelar dengan cara sekolah bersangkutan meminjam perangkat komputer ke pihak lain termasuk boleh juga dibawa sendiri oleh para siswa yang mampu menyediakannya.

“Ketiga opsi ini kita terapkan di Aceh Selatan. Alhamdulillah kita telah berhasil mengikuti sekolah lainnya seluruh Indonesia yang wajib menggelar UNBK mulai tahun 2019 ini,” papar Martunis.

Pihaknya, lanjut Martunis, menargetkan pada tahun 2020 mendatang seluruh sekolah SMP di daerah itu telah memiliki perangkat komputer sendiri secara lengkap sehingga tidak ada kendala lagi menggelar UNBK.

Target itu, menurutnya sangat rasional dan dipastikan akan mampu diwujudkan. Sebab dari total jumlah SMP yang ada, hanya 21 SMP lagi yang belum lengkap tersedia perangkat komputer.

“Kita telah memprogramkan pengadaan komputer secara bertahap mulai tahun 2019 ini sampai tahun 2020 mendatang. Sehingga ke depan dipastikan tidak ada lagi sekolah yang kekurangan perangkat komputer,” tegasnya.

Ia mengatakan, keberadaan perangkat komputer secara lengkap di masing-masing sekolah tersebut, tidak hanya diprioritaskan untuk pelaksanaan UNBK. Melainkan, ke depannya juga akan digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar siswa yang sepenuhnya sudah menggunakan perangkat komputer.

“Saat ini, sistem belajar mengajar sudah harus menggunakan komputer. Sehingga pengadaan komputer dipandang sudah menjadi kebutuhan penting,” ujarnya.

USBN SD

Dalam kesempatan itu, Martunis juga menyebutkan bahwa, selain SMP/MTs, dalam waktu bersamaan juga digelar Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SD/MI.

USBN ini berlangsung selama tiga hari mulai Senin – Rabu (22-24/4). Selanjutnya ujian sekolah mulai Kamis – Sabtu (25-27/4).

“USBN ini diikuti sebanyak 3.832 siswa dari 204 sekolah SD dan 30 sekolah MI,” pungkasnya.

Pos terkait