TheTapaktuanPost | Kluet Timur – Keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan di Gampong Pucuk Lembang, Kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan, akhirnya mendapat respons serius pemerintah daerah.
Dua hari setelah kecelakaan mobil pikap yang menyebabkan tujuh orang membutuhkan penanganan medis, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan memastikan ruas jalan tersebut segera ditangani melalui anggaran pergeseran tahun 2026.
Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Selatan, Skar Fharaby, S.T., M.T., setelah pihaknya turun langsung meninjau dan mengecek kondisi jalan, Selasa (20/10/2026).
Menurut Skar, penanganan jalan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, menyusul kecelakaan yang terjadi pada Minggu (18/10/2026) sore.
“Sudah kita cek posisi tempat kejadian kecelakaan tempo hari. Atas arahan Pak Bupati, penanganannya diakomodir dalam anggaran pergeseran tahun 2026 ini,” kata Skar Fharaby.
Ia menjelaskan, Dinas PUPR tengah menyiapkan hasil perencanaan teknis untuk segera diproses ke tahap pengadaan. Langkah tersebut dilakukan agar pekerjaan fisik dapat langsung dikontrakkan setelah dokumen anggaran pergeseran disahkan.
“Hasil perencanaan akan segera kita naikkan ke proses pengadaan dalam waktu dekat, sehingga setelah DIPA pergeseran disahkan, pekerjaan bisa langsung berkontrak,” jelasnya.
Skar mengungkapkan, penanganan jalan Pucuk Lembang direncanakan menggunakan konstruksi beton dengan mutu Fc’ 25 MPa atau sekitar K-250.
Panjang ruas yang akan ditangani diperkirakan mencapai 200 meter dengan ketebalan beton 15 sentimeter. Sementara lebar pekerjaan akan disesuaikan dengan kondisi jalan yang ada.
“Panjang penanganan kurang lebih 200 meter, dengan ketebalan 15 sentimeter. Untuk lebarnya menyesuaikan kondisi eksisting di lapangan dan kebutuhan anggaran yang tersedia,” terangnya.
Meski telah masuk dalam rencana anggaran pergeseran, pelaksanaan pekerjaan masih menunggu penyelesaian proses administrasi dan pengadaan.
Sebelumnya, kondisi jalan Pucuk Lembang kembali menjadi perhatian publik setelah sebuah mobil pikap mengalami kecelakaan pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 16.45 WIB.
Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan tujuh orang membutuhkan penanganan medis. Empat orang mendapat penanganan berupa pemasangan infus, sementara tiga lainnya mengalami luka lecet.
Para korban tiba di Puskesmas Paya Dapur sekitar pukul 17.30 WIB untuk mendapatkan pertolongan.
Kecelakaan itu memicu kembali keluhan warga terhadap kondisi jalan yang sebagian masih berupa tanah dan bebatuan, berlubang, serta digenangi air pada sejumlah titik.
Kendati demikian, penyebab pasti kecelakaan tersebut belum dapat dipastikan sehingga tidak serta-merta dapat disimpulkan akibat kerusakan jalan.
Salah seorang warga, Putri, sebelumnya mendesak pemerintah daerah turun langsung melihat kondisi jalan yang setiap hari dilalui masyarakat.
“Seharusnya bupati, wakil bupati, atau pihak terkait turun langsung memantau kondisi jalan Gampong Pucuk Lembang ini agar kecelakaan seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
Desakan perbaikan juga disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Selatan, Kamalul, serta kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aceh, Syahrul Amin.
Keduanya menilai kondisi jalan tersebut membutuhkan perhatian pemerintah karena menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Kini, setelah peninjauan lapangan dan adanya rencana alokasi anggaran, perhatian masyarakat tertuju pada realisasi pekerjaan.
Bagi warga Pucuk Lembang, kepastian masuknya perbaikan jalan dalam anggaran 2026 menjadi perkembangan penting. Namun, jalan yang aman dan layak dilalui baru akan terwujud ketika rencana tersebut benar-benar direalisasikan di lapangan.





