Tak Ingin Agam Inong Hanya Jadi Ajang Seremonial, Dispar Aceh Selatan Libatkan Duta Wisata Promosikan Daerah

TheTapaktuanPost.com | Tapaktuan – Pemilihan Agam Inong Aceh Selatan kini tak lagi diharapkan sekadar menjadi ajang perebutan gelar dan selempang. Para duta wisata terpilih tahun 2026 bakal mendapat tugas nyata untuk memperkenalkan potensi pariwisata Aceh Selatan kepada masyarakat luas melalui berbagai platform media sosial.

Langkah tersebut ditempuh Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan dengan menggandeng Agam Inong terpilih dalam kerja sama publikasi destinasi wisata, mulai dari keindahan alam, kuliner khas, hingga kekayaan seni dan budaya daerah.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Munharsam, SE, M.Si., mengatakan kerja sama itu merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperluas promosi sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

“Kita ingin potensi wisata Aceh Selatan semakin dikenal luas. Karena itu, Agam Inong terpilih akan dilibatkan langsung dalam mempromosikan berbagai destinasi melalui media sosial,” ujar Munharsam kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, Aceh Selatan memiliki kekayaan destinasi wisata yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Namun, potensi tersebut membutuhkan promosi yang lebih kreatif, menarik, dan berkelanjutan agar mampu menjangkau calon wisatawan dari berbagai daerah.

Melalui kerja sama ini, para duta wisata akan memproduksi dan menyebarluaskan konten berupa video, foto, serta narasi informatif mengenai objek wisata, kuliner, budaya, dan potensi unggulan Aceh Selatan.

Munharsam menjelaskan, kerja sama tersebut direncanakan mulai berjalan pada tahun 2026. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan perjanjian tertulis bersama Agam Inong terpilih sebagai dasar pelaksanaan kegiatan.

Menariknya, Munharsam menegaskan bahwa program ini bukan semata-mata untuk memperbanyak publikasi destinasi wisata. Lebih dari itu, pemerintah daerah ingin memastikan para pemenang Agam Inong memberikan kontribusi nyata setelah dinobatkan sebagai duta wisata.

Ia tidak ingin pemilihan Agam Inong yang digelar setiap tahun hanya berakhir sebagai kegiatan seremonial tanpa tindak lanjut yang berdampak bagi kemajuan pariwisata daerah.

Karena itu, para duta wisata didorong untuk melahirkan gagasan, inovasi, dan karya kreatif yang dapat membantu memperkenalkan Aceh Selatan kepada wisatawan.

“Kita ingin adik-adik Agam Inong yang sudah terpilih benar-benar berkontribusi untuk daerah. Jangan sampai setelah menjadi juara, kegiatannya berhenti dan hanya terkesan seremonial setiap tahun,” tegasnya.

Melalui pelibatan generasi muda tersebut, Dinas Pariwisata berharap promosi wisata Aceh Selatan tidak hanya bertumpu pada kegiatan pemerintah, tetapi juga berkembang melalui kreativitas para duta wisata di ruang digital.

Dengan demikian, gelar Agam Inong diharapkan tidak sekadar menjadi simbol prestasi, melainkan juga membawa tanggung jawab untuk ikut memajukan sektor pariwisata Aceh Selatan.

Pos terkait