Isi Kekosongan Wabup Dulu, Baru Bupati Bener Meriah Mengundurkan Diri

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Redelong. Rencana pengunduran diri Bupati Bener Meriah, Tgk. H. Syarkawi dari jabatannya memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak yang mendukung keputusan tersebut dan banyak pula yang meminta sang bupati mempertahankan jabatannya.

Salah satunya seperti diungkapkan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takengon, Suyanto. Aktivis gayo ini berpendapat, bupati harus terlebih dahulu menyelesaikan proses pemilihan Wakil Bupati (Wabup) yang selama ini terjadi kekosongan sebelum mengundurkan diri.

“Kami berharap, Bupati Tgk. H. Syarkawi terlebih dulu menyelesaikan proses pemilihan Wakil Bupati sebelum mengundurkan diri,” kata Suyanto dalam rilis kepada wartawan Selasa (26/5/2020).

Menurutnya, keputusan Bupati Tgk. H. Syarkawi menyatakan niat mengundurkan diri dari jabatannya harus dihormati oleh semua pihak. Namun demikian pihaknya berharap Tgk. H. Syarkawi terlebih dahulu menyelesaikan proses pemilihan wakil bupati.

“Jika posisi wakil bupati masih kosong dan beliau langsung mengundurkan diri, maka Kabupaten Bener Meriah pasti akan di pimpin oleh Pejabat (Pj) bupati yang ditunjuk pihak Mendagri melalui Gubernur Aceh,” ujarnya.

Soalnya, lanjut Suyanto, kabupaten itu telah pernah di pimpin oleh Pj Bupati, karena itu untuk memaksimalkan jalannya roda pemerintahan pihaknya sangat berharap penunjukan Pj bupati dalam jangka kurun waktu hitungan tahun tidak sampai terulang kembali di daerah itu.

Ia mengatakan, jika proses pemilihan wakil bupati oleh DPRK setempat atas usulan partai pengusung telah rampung digelar, maka roda pemerintahan Kabupaten Bener Meriah dapat dilanjutkan oleh sosok wakil bupati terpilih sepeninggal bupati yang telah mengundurkan diri.

“Mengingat situasi terakhir, bupati sudah menyurati partai pengusung untuk mengirimkan nama-nama calon wakil bupati dan partai pengusung pun sudah bicara di banyak media nama-nama yang akan mereka usung. Oleh sebab itu, melanjutkan proses ini tidaklah sulit. Tinggal selangkah lagi yaitu proses pemilihan di DPRK maka sosok wakil bupati terpilih segera akan hadir di daerah ini,” sarannya.

Ia juga mengatakan jika bupati sedang sakit, maka proses tersebut bisa di lanjutkan oleh Sekda sebagai perpanjangan tangan bupati dalam pemerintahan.

“Beliau sedang sakit, pemerintahan bisa dijalankan oleh Sekda yang akan ditunjuk sebagai pelaksana harian (Plh). Sementara bupati fokus berobat. Atas dasar inilah, kami berpendapat melanjutkan proses pemilihan wakil bupati tidak lah sesulit seperti dibayangkan,” ungkap Suyanto.

“Menurut kami, sebelum mundur dan fokus berobat bapak bupati harus menyelesaikan permasalahan kekosongan wakil terlebih dulu. Setelah beliau mundur maka akan ada wakil bupati yang memimpin Bener Meriah. Tidak ada masyarakat Bener Meriah yang ingin dipimpin oleh Pj bupati kiriman provinsi. Apalagi selama dua tahun kedepan,” pungkas Suyanto. [] (NB)

Pos terkait