TheTapaktuanPost | Meukek. Bencana pengikisan tebing sungai (erosi) di sepanjang bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meukek, tepatnya di Gampong Alue Baro, semakin parah. Belasan meter tanah daratan baik kebun maupun pemukiman warga ambruk tergerus hantaman arus sungai yang deras di saat meluapnya arus sungai setiap wilayah itu diguyur hujan lebat intensitas tinggi.
Ari Fakrul Razi, salah seorang warga Gampong Alue Baro, mengatakan bencana alam tersebut mengakibatkan ratusan tanaman produktif dikebun warga setempat hancur dan hanyut dibawa arus sungai. Parahnya lagi, bencana alam itu juga mengancam rusaknya puluhan rumah masyarakat yang berlokasi dipinggir bantaran sungai gampong setempat.
“Saat hujan lebat dan air sungai besar. Hantaman air sungai membuat tebing penahan sungai tergerus sehingga makin memperparah erosi,” kata Ari Fakrul Razi kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).
Ari mengungkapkan, akibat tergerusnya tebing penahan sungai dikhawatirkan hantaman arus sungai akan semakin dekat ke perumahan penduduk. Kondisi itu tentu saja mengancam puluhan rumah warga yang berada sekitar beberapa meter dari sungai karena khawatir rumah mereka roboh.
“Jika hal itu terjadi, tak menutup kemungkinan akan menimbulkan atau memakan korban jiwa,” ungkapnya.
Dia mengakui bahwa memang ada pembangunan tanggul di sepanjang bantaran sungai tersebut yang terbuat dari bronjong atau anyaman kawat yang berisi batu. Tetapi hal itu bersifat hanya sementara sebagai penahan tanah agar tidak ambruk serta menahan air sungai agar tidak meluap ke pemukiman warga pada saat air sungai mulai besar.
“Bronjong yang dibangun sementara tidak mampu menahan debit air sungai yang begitu ganas, bahkan tanggul bronjong yang di buat sudah cukup lama itu kini telah hilang terbawa arus sungai,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat Gampong Alue Baro berharap kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan segera memprogramkan pembangunan tanggul batu besar (batu gajah) di sepanjang bantaran Sungai Krueng Meukek.
“Kami meminta kepada Pemkab Aceh Selatan untuk melakukan pembangunan tanggul batu gajah yang terdampak di bantaran sungai Krueng Meukek. Sebab dengan dibangunnya tanggul itu, Insya Allah potensi terhindari banjir lebih besar,” pungkas Ari.







