BPBD Aceh Selatan Latih Siswa Baru SMAN 1 Samadua Hadapi Bencana dan Kebakaran

TheTapaktuanPost | Samadua – Memasuki hari keenam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Sabtu (18/7/2026), SMA Negeri 1 Samadua menghadirkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan untuk memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana sekaligus simulasi penanganan kebakaran kepada seluruh peserta didik baru.

Dalam kegiatan tersebut, tim BPBD membekali siswa dengan pengetahuan dasar mengenai mitigasi bencana, mulai dari langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, hingga setelah terjadi bencana.

Bacaan Lainnya

Para peserta juga dikenalkan dengan jalur evakuasi serta pentingnya membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan kebakaran. Petugas BPBD memperagakan cara memadamkan api pada tahap awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta prosedur evakuasi yang benar saat kondisi darurat.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka bahkan diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung penggunaan APAR di bawah pendampingan petugas BPBD.

Kepala SMA Negeri 1 Samadua, Ropika, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bekal penting bagi peserta didik baru agar memiliki kesiapan menghadapi situasi darurat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta didik memiliki pengetahuan, kesiapan, dan keterampilan dalam menghadapi situasi darurat. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membangun karakter siswa yang tangguh, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain,” ujarnya.

Menurut Ropika, kolaborasi dengan BPBD merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan MPLS yang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan pendidikan yang bermanfaat bagi kehidupan siswa.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian MPLS Ramah SMA Negeri 1 Samadua, yang melibatkan berbagai instansi sebagai narasumber. Melalui kolaborasi tersebut, sekolah berharap dapat membentuk peserta didik yang cerdas, berkarakter, mandiri, serta memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi bencana di lingkungan sekitarnya.

Pos terkait