TheTapaktuanPost | Trumon Timur — Tangis dan kepanikan mewarnai kebakaran barak pekerja PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) di Afdeling II, Gampong Seuneubok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (8/9/2026) pagi.
Dalam musibah tersebut, seorang anak perempuan berusia lima tahun bernama Zahra meninggal dunia setelah terjebak di dalam salah satu rumah barak yang terbakar.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dan menghanguskan sedikitnya tiga unit rumah barak pekerja yang sebagian besar berbahan kayu.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran pertama kali diketahui oleh Nova Astari, warga setempat yang saat itu mencium aroma menyengat menyerupai bau nasi terbakar.
Nova kemudian mencari sumber bau tersebut. Saat tiba di lokasi, ia mendapati kobaran api sudah membesar di salah satu rumah barak.
Melihat kondisi tersebut, Nova langsung berteriak meminta pertolongan dan memanggil warga sekitar. Warga bersama karyawan perusahaan kemudian berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menghubungi pihak perusahaan dan petugas pemadam kebakaran.
Material bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu kering membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lainnya.
Personel Polsek Trumon Timur, Brimob Kompi 3 Yon C Pelopor Trumon, Damkar-PB 06 Trumon Timur serta karyawan PT ASN kemudian dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.
Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah dilakukan pendinginan dan pemeriksaan di lokasi, warga bersama pihak perusahaan dikejutkan dengan ditemukannya jasad seorang anak perempuan dalam kondisi hangus terbakar.
Korban diketahui bernama Zahra, anak dari Mursal, 45 tahun, karyawan PT ASN yang berdomisili di Gampong Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.
Menurut informasi di lokasi, sebelum kebakaran terjadi Zahra sedang bermain bersama seorang anak laki-laki bernama Jonatan, yang juga berusia lima tahun.
Saat api mulai membesar, Jonatan berhasil menyelamatkan diri. Namun, Zahra diduga tidak sempat keluar sehingga terjebak di dalam rumah.
Jasad korban ditemukan di salah satu rumah barak, tepatnya pada bagian pintu kedua, setelah api berhasil dipadamkan.
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Aceh Selatan, Aris Maulida Monkuba, mengatakan satu unit armada Damkar-PB Trumon Timur dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah proses pemadaman selesai, warga dan pihak perusahaan menemukan jasad seorang anak perempuan di dalam salah satu rumah,” kata Aris.
Sementara itu, berdasarkan keterangan sementara saksi, titik awal kebakaran diduga berasal dari rumah barak pintu ketiga.
Api diduga dipicu sisa kayu bakar yang masih berada di atas tungku pembakaran di bagian belakang rumah. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Kapolsek Trumon Timur Iptu Zulfikar, S.Psi., M.H., bersama personel kemudian melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Selain menelan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan tiga unit rumah barak pekerja hangus terbakar. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Proses pemadaman dan pendinginan di lokasi berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 WIB dan berjalan lancar.
Pihak kepolisian masih melakukan penanganan serta pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran yang merenggut nyawa seorang bocah lima tahun tersebut.






