Harga Cabai Merah di Aceh Selatan Tembus Rp.110 Ribu/Kg

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Harga bumbu dapur jenis cabai merah di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh tembus Rp.110 ribu/Kg. Melonjaknya harga komoditas ini tergolong diposisi termahal sepanjang sejarah hingga membuat ibu-ibu rumah tangga didaerah itu menjerit.

Kastaria Sembiring, salah seorang pedagang Pasar Inpres Tapaktuan asal Medan, mengatakan, faktor utama yang menyebabkan mahalnya harga cabai merah tersebut karena para petani produsen baik lokal maupun luar daerah di Sumatera Utara mengalami gagal panen sehingga membuat pasokan terbatas.

Bacaan Lainnya

“Pasokan cabai merah sekarang sangat susah didapat, baik itu dari luar daerah maupun dari petani lokal, karena belum ada panen yang sempurna, banyak yang gagal panen,” kata Kastaria kepada wartawan di Pasar Inpres Tapaktuan, Sabtu (23/7/2022).

Sebelumnya saat pasokan normal, harga cabai merah per kilogramnya berkisar antara Rp.80 ribu – Rp.90 ribu. Namun kini melonjak drastis tembus harga mencapai Rp.110 ribu per kilogram.

“Kondisi ini makin diperparah akibat pasokan cabai dari luar daerah jauh berkurang,” ucapnya seraya menyatakan kondisi ini tak hanya membuat pedagang kewalahan tapi juga masyarakat makin menjerit.

“Terkadang masyarakat terkejut-kejut saat menanyakan harga cabai merah tembus Rp.110 ribu/kg. Tapi mau dibilang apa lagi, kondisi yang membuat situasi seperti itu,” sesalnya.

“Mau bagaimana lagi, saya saja sangat terbatas mendapatkan stok cabai merah yang banyak. Akibatnya sekarang ini pembeli yang biasanya berbelanja 1 kg, sekarang hanya 2 ons saja,” ungkapnya.

Nonong, warga Tapaktuan pembeli cabai merah di Pasar Inpres yang dimintai tanggapannya, mengaku kondisi mahalnya harga cabai merah, membuat dirinya tidak bisa berucap apa-apa karena ini sudah menjadi kebutuhan rumah tangga.

Jika dulu saat sekali berbelanja bisa mendapatkan banyak jenis barang keperluan rumah tangga yang dia butuhkan, namun untuk sekarang satu macam jenis barang saja seperti cabai merah sudah menguras dompet.

“Kita hanya dapat berdo`a saja agar petani tidak lagi mengalami gagal panen sehingga harga cabai merah segera turun seperti sediakala,” pungkasnya.

Pos terkait