BLUD RSYA Tapaktuan Satu-satunya Rumah Sakit Layani Bedah Saraf di Barsela

TheTapaktuanPost | Tapaktuan –  Bupati Aceh Selatan, H. Azwir mendukung penuh langkah pihak Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Yulidin Away (BLUD RSYA) Tapaktuan, akan melayani bedah saraf untuk mendukung rumah sakit tersebut sebagai rumah sakit rujukan regional.

“Saya sangat bangga, karena BLUD RSYA ini merupakan satu-satunya rumah sakit melayani bedah saraf di pantai barat selatan (Barsela) Aceh,” kata H. Azwir dalam arahannya saat membuka rapat koordinasi persiapan pembukaan pelayanan bedah saraf di BLUD RSYA, Tapaktuan, Kamis (4/10/2018).

Bacaan Lainnya
Menurutnya, jika dilihat dari tofografi bentang alam, BLUD RSYA yang terletak dipusat kota Tapaktuan, dinilai sangat strategis diwujudkan sebagai rumah sakit melayani bedah saraf. Sebab, daerah tersebut persis berada ditengah-tengah diantara Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Simeulue, Pemko Subulussalam dan Aceh Singkil.

“Jarak tempuh kabupaten/kota tetangga tersebut menuju Kota Tapaktuan bisa tembus antara 2 hingga 3 jam, kecuali Simeulue yang harus menggunakan kapal feri dengan masa tempuh mencapai 7-8 jam melalui pelabuhan Labuhanhaji,” ungkap H. Azwir.

Selama ini, lanjutnya, masyarakat bersama tenaga medis sering mengalami kendala saat merujuk pasien ke Banda Aceh atau Medan dengan masa tempuh perjalanan mencapai 7-8 jam. Bahkan, pasien yang mengalami sakit parah, tak jarang menghembuskan nafas terakhir dijalan.

Tak hanya itu, kata H. Azwir, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal, banyak juga masyarakat yang terpaksa berobat ke luar negeri seperti Penang, Malaysia.

“Makanya, dengan terwujudnya pelayanan bedah saraf di BLUD RSYA merupakan sebuah kemajuan luar biasa. Ini akan memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, H. Azwir secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim visitasi KSM bedah saraf Rumah Sakit Dr. Sardjito yang juga dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang diketuai dr. Endro Basuki, Sp.BS (K), M.Kes dan anggota masing-masing dr. Rachmat Andi Hartanto Sp.BS (K), dr. Wiryawan Manusubroto, Sp.B, Sp.BS (K) dan dr. T. Jauhardin telah datang ke Tapaktuan dalam rangka visitasi persiapan pembukaan pelayanan bedah saraf di BLUD RSYA Tapaktuan.

“Kami menunggu arahan lebih lanjut dari bapak-bapak dokter specialis saraf, apa kira-kira langkah selanjutnya yang harus kami persiapkan agar bedah saraf cepat terwujud di Aceh Selatan,” kata H. Azwir.

Direktur BLUD RSYA, dr. Faisal, Sp.An mengatakan, sejak rumah sakit tersebut ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit regional sejak tahun 2015 lalu, pihaknya terus meningkatkan ketersediaan fasilitas infrastruktur,sarana dan prasarana serta sumber daya manusia.

“Selain telah membangun gedung baru dan pengadaan alat-alat kesehatan seperti CT Scan, peralatan bedah saraf berikut pembangunan ruang khususnya, kita juga telah mengirim sejumlah tenaga dokter dan perawat untuk mengikuti pelatihan khusus di dalam dan luar Aceh,” ungkap Faisal.

Bahkan, sambungnya, rumah sakit tersebut juga telah menyekolahkan salah seorang dokter umum bernama dr. Reza Akbar Bastian untuk menempuh pendidikan dokter specialis saraf di UGM Yogyakarta.

“Di wilayah pantai barat selatan Aceh belum ada rumah sakit yang memiliki pelayanan bedah saraf, sehingga makin mendorong kita untuk segera mewujudkannya dalam waktu dekat,” ujar Faisal.

Acara yang turut dihadiri Ketua Dewan Pengawas BLUD RSYA Tapaktuan, Ir. Said Azhar dan Plt. Kadis Kesehatan Halizan Ismail tersebut diakhiri dengan penyerahan cindera mata dari ketua dan anggota tim prodi bedah saraf Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM kepada Bupati Aceh Selatan, H. Azwir.

Ketua tim, dr. Endro Basuki Sp,BS (K), M.Kes dalam sambutannya menyampaikan bahwa melihat respon Bupati H. Azwir yang begitu bersemangat menyambut program tersebut, pihaknya sangat optimis pelayanan bedah saraf akan terwujud dalam waktu dekat di Aceh Selatan.

“Kami mengapresiasi tekad pak bupati ingin mewujudkan Aceh Selatan menjadi daerah wisata kesehatan. Jika ini terwujud, maka dengan sendirinya akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat,” tandasnya.

Pos terkait