BPBD Aceh Selatan Koordinasikan Penanganan Permanen Abrasi Gunung Kerambil

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan akan mengupayakan penanganan permanen bencana abrasi pantai yang telah memporak-porandakan beberapa dapur rumah penduduk di Desa Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan.

“Kami telah menerima laporan dari Keuchik Gunung Kerambil terkait bencana abrasi pantai yang makin parah itu. Untuk mengatasinya, kita akan mengupayakan penanganan secara permanen,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma S.STP saat dihubungi di Tapaktuan, Kamis (9/4/2020).

Sebagai instansi yang bertanggungjawab mengkoordinir bencana di daerah, lanjut Cut Syazalisma, pihaknya segera akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Selatan untuk diprogramkan penanganan bencana secara permanen.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak PUPR untuk diprogramkan penanganan secara permanen,” ujarnya menambahkan.

Sedangkan untuk langkah penanganan tanggap darurat, Cut Syazalisma mengaku bahwa pada Kamis pagi, telah menerjunkan personil BPBD ke lokasi abrasi pantai di Desa Gunung Kerambil.

Untuk langkah awal, BPBD Aceh Selatan telah menyalurkan bantuan sebanyak 40 karung pasir untuk dipasang disepanjang pantai mengatasi semakin parahnya bencana abrasi di lokasi tersebut.

Bencana abrasi yang terjadi pada Kamis (9/4/2020) sekitar pukul 7.30 WIB menghantam dapur rumah penduduk di Dusun Sentosa, Desa Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan. Akibat hantaman gelombang secara terus menerus semakin memperparah pengikisan bibir pantai. Bahkan sebanyak 6 rumah warga yang bermukim disepanjang bibir pantai terancam ambruk.

Enam rumah warga yang terancam ambruk itu masing-masing milik Maidin, Cut Mursal, Usman, Anto, Saimi dan Khairi.

Amatan wartawan dilokasi, jarak gelombang air laut dengan rumah warga hanya tinggal sekitar 1 meter lagi.

Panglima Laot Teupin Desa Gunung Kerambil, Wisfina, mengatakan, gelombang besar di musim barat telah meresahkan masyarakat, termasuk pemilik enam rumah yang berada di bibir pantai tersebut. Mengatasi hal itu masyarakat setempat membuat pengamanan menggunakan karung pasir.

“Gelombang musim barat ini dimulai Rabu sore kemarin dan kita prediksi musim ini akan berlangsung lama. Jika dibiarkan enam rumah warga di bibir pantai ini akan terancam ambruk ke dasar laut,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan ini telah berulang kali disampaikan kepada Pemkab Aceh Selatan untuk dibangun tanggul pemecah ombak sepanjang 400 mater di kawasan bibir pantai laut Gunung Kerambil. Namun sayangnya, usulan tersebut sampai saat ini belum terealisasi.

Untuk mengantisipasinya sementara, sambung Wisfina, masyarakat setempat bergotong-royong membuat karung pasir sebagai penahan arus gelombang laut agar tidak mengikis dapur rumah mereka.

Warga lainnya, Mursal (51) juga mengharapkan kepada Pemkab Aceh Selatan melalui instansi terkait segera membangun tanggul pengaman pantai di sepanjang pantai Desa Gunung Kerambil. Sehingga warga setempat tidak dilanda kecemasan disaat sewaktu-waktu dihantam gelombang besar.

“Kami memperkirakan bencana ini akan semakin parah ke depannya, apalagi disaat datangnya musim barat, biasanya hantaman gelombang makin mengganas,” ungkapnya.

Pos terkait