TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nanggroe Aceh (DPW PNA) Kabupaten Aceh Selatan bersama enam orang caleg terpilih melayat ke rumah almarhumah Muridah (26), di Desa Peulokan, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Senin (29/4/2019).
Almarhumah Muridah yang dalam kondisi hamil 8 bulan, merupakan salah seorang anggota PPS Desa Peulokan. Ia meninggal dunia diduga akibat kelelahan selama bertugas sebagai penyelenggara Pemilu serentak tahun 2019 di daerah itu.
Sekjen DPW PNA Aceh Selatan, Muzakir Walad yang memimpin rombongan melayat ke rumah duka, mengatakan bahwa jajaran pengurus dan segenap kader partai lokal besutan Gubernur Aceh non-aktif Irwandi Yusuf tersebut, sangat berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga salah seorang anggota PPS di daerah tersebut.
“Jajaran pengurus dan segenap kader DPW PNA Aceh Selatan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kami menganggap, almarhumah merupakan bagian dari pejuang demokrasi yang telah mengabdikan dirinya bagi bangsa dan negara tercinta ini menyukseskan Pemilu serentak 2019,” ujar Muzakir Walad.
Kepada pihak keluarga yang ditinggalkan, DPW PNA Aceh Selatan berharap dapat menerima cobaan ini dengan penuh ketabahan dan ketaqwaan, semoga seluruh amal ibadah yang telah diperbuat oleh almarhumah diterima disisi ALLAH SWT.
“Selamat jalan srikandi pejuang demokrasi Indonesia dari Aceh Selatan,” ucap Muzakir Walad.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran pengurus DPW PNA Aceh Selatan turut memberikan sumbangan kepada pihak keluarga yang diterima langsung oleh suami almarhumah Muridah, Ahmad Kasim (37).
Turut mendampingi Sekjen DPW PNA Aceh Selatan Muzakir Walad, antara lain Ketua Harian Suhaimin alias Rawang, Bendahara Ismail.
Hadir juga Ketua DPK PNA Tapaktuan, Herman, Koordinator dapil 3 Tapaktuan-Samadua, Tgk. Saiful. Sementara sebanyak enam orang caleg DPRK Aceh Selatan periode 2019-2024 terpilih dari PNA, masing-masing Hasbullah, Waly Puadi, Rema Mishul Azwar SE.Ak, Darmi Ilma, Amirudin dan Dailami Is.
Keterangan yang diterima dari Ahmad Kasim (37) suami dari almarhumah Muridah yang dijumpai dirumah duka, menyebutkan bahwa ia bersama almarhumah Muridah merupakan pasangan suami istri yang baru menikah sekitar 10 bulan lalu.
Anak yang dikandung oleh almarhumah Muridah merupakan anak pertama mereka. Bayi mungil yang berjenis kelamin laki-laki tersebut berhasil di selamatkan oleh dokter melalui operasi sebelum ibundanya menghembuskan nafas terakhir di RSUD Tengku Pekan Blangpidie, Abdya. Sampai saat ini, bayi yang baru berumur satu hari sudah ditinggal pergi ibundanya untuk selama-lamanya tersebut masih dalam perawatan tim medis di Rumah Sakit milik Pemkab Abdya tersebut.





