Kijang Innova Terjun Ke Jurang Lae Kombih, Pasutri Warga Subulussalam Hilang

TheTapaktuanPost | Subulussalam. Satu unit mobil jenis Kijang Innova dengan Nomor Polisi (Nopol) BK 1213 SP yang dikendarai oleh Pasangan Suami Istri (Pasutri) warga Kota Subulussalam dikabarkan terjun ke Jurang Lae Kombih, Selasa, (31/3/2026).

Beredarnya kabar mobil yang terjun kejurang Lae Kombih ini, kian beredar luas di Sosial Media (Sosmed). Mobil tersebut, terjun bebas diduga langsung ke sungai Lae Kombih, tepatnya di Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STTUJ, Kabupaten Pak-Pak Bharat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Bacaan Lainnya

Pasangan Suami Istri ini, bernama Rudi Simanjuntak dan Risma Tumangger. Berdomisili di Kampong Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh.

Warga mengetahui, kejadian Mobil yang di kendarai korban terjun ke Jurang Lae Kombih itu, dengan menemukan barang-barang milik Pasutri seperti Plat Nomor Kendaraa, Handphone serta Tas yang berserakan di bibir Sungai Lae Kombih.

Diperkirakan, insiden Naas itu terjadi sekira Pukul 23:30 WIB, Senin, 30 Maret 2026. Sontak, warga setempat langsung melakukan pencarian hingga saat ini.

Berdasarkan informasi yang diterima mobil yang dikendarai pasutri warga Kota Subulussalam ini, melaju dari arah Medan Sumatera Utara menuju Kota Subulussalam.

Setibanya di Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STTUJ, Kabupaten Pak-Pak Bharat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), warga menemukan adanya jejak mobil yang terjun bebas ke arah Jurang Lae Kombih.

Polisi Kerahkan Drone

Pencarian mobil jenis Kijang Innova bernomor polisi BK 1213 SP diduga terjun kedalam jurang Lae Kombih, di Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan STTUJ, Kabupaten Pak-Pak Bharat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus dilakukan.

Tak menunggu waktu lama, setelah mendapat laporan dari keluarga korban. Kapolres Kabupaten Pak-Pak Bharat langsung menggerakkan personilnya untuk melakukan upaya pencarian di lokasi yang diduga mobil tersebut masuk kedalam Jurang Lae Kombih.

Selain menurunkan personil, tak tanggung-tanggung Kapolres Pak-Pak Bharat AKBP Agus menyisir areal lokasi diduga jatuhnya mobil tersebut menggunakan drone.

“Setelah mendapat laporan tadi pagi sekira pukul 07:00 WIB, kita langsung menggerakkan personil untuk melakukan penyisiran di lokasi mobil masuk jurang dengan menggunakan drone,” ujar Kapolres Pak-Pak Bharat AKBP Agus, kepada awak media di lokasi kejadian, Selasa, (31/3/26).

Disana lanjut AKBP Agus, pihaknya serta masyarakat setempat menemukan adanya serpihan kaca mobil diduga kuat milik korban yang diduga terjun ke Lae Kombih.

Peristiwa ini diperkirakan terjadi pada Senin, 30 Maret 2026 sekira Pukul 23:00 WIB malam. Korban merupakan Pasangan Suami Istri yang berdomisili di Kampong Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Dijelaskan Kapolres Pak-Pak Bharat AKBP Agus, sempat terjadi percakapan antara si korban dan anaknya via telepon, korban mengatakan akan tiba sekira 5 menit lagi sampai kerumah. Tak kunjung tiba di rumah. Pihak keluarga langsung melakukan penelusuran hingga pagi hari.

Atas kejadian ini, Kapolres Pak-Pak Bharat AKBP Agus mengaku telah berkoordinasi langsung dengan BPBD dan Tim Sar. Ia berharap korban beserta mobilnya dapat segera di temukan.

Pos terkait