TheTapaktuanPost | Subulussalam. Memasuki hari kelima pencarian korban kecelakaan minibus jenis Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi BK 1213 SP, yang dilaporkan terjun ke jurang di Kecamatan Si Tali Telu Urang Jehe (STTUJ), tim gabungan masih belum berhasil menemukan dua korban yang merupakan pasangan suami istri, Sabtu (4/4/2026).
Upaya pencarian terus dilakukan secara intensif oleh tim Basarnas Sumatera Utara bersama relawan, termasuk tim arung jeram Lae Kombih Kita. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik lokasi yang dicurigai, serta dengan metode menyusuri aliran Sungai Lae Kombih yang dikenal memiliki arus deras dan kontur yang sulit.
Pencarian bahkan diperluas hingga ke wilayah Desa Dasan Raja, mengikuti kemungkinan terbawanya korban oleh arus sungai. Komandan regu (Danru) Basarnas Sumut, Romy Ersa, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi strategi pencarian setiap hari.
“Hari ini kami membantu pihak keluarga untuk memasang jaring di depan posko yang berada di objek wisata Desa Sikelang, sebagai langkah antisipasi jika korban terbawa arus ke titik tersebut,” ujarnya dikutip Acehkini.id.
Selain penyisiran manual, dan pencarian menggunakan drone, pemasangan jaring ini diharapkan dapat membantu mempersempit area pencarian yang selama ini terkendala kondisi alam, seperti derasnya arus sungai dan banyaknya bebatuan besar di sepanjang aliran.
“Hingga saat ini, tim gabungan tetap menunjukkan semangat tinggi dalam proses pencarian, warga sekitar juga turut membantu” tutupnya. []







