TheTapaktuanPost | Kluet Utara. Pemkab Aceh Selatan mulai merealisasikan program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) sebagai bagian dari transformasi program Beras Sejahtera (Rastra). Kedepannya, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima uang elektronik setiap bulannya dan dapat berbelanja di e-warong yang telah ditunjuk.
Mulai berlakunya program ini ditandai dengan digelarnya acara launching program BPNT oleh Wakil Bupati (Wabup) Aceh Selatan, Tgk. Amran di Halaman Panti Anak, Desa Jambo Manyang, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan Rabu (30/10/2019).
Hadir mendampingi Wabup, Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono ST selaku Satgas Pangan Kabupaten Aceh Selatan, pejabat unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Aceh Selatan H. Nasjudin SH selaku Ketua Tim Koordinasi BPNT tingkat Kabupaten Aceh Selatan.
Turut pula hadir ketua dan anggota DPRK Aceh Selatan, Kepala Bank BRI Cabang Tapaktuan, Kepala Bulog Subdivre Blang Pidie, asisten I Setdakab, para kepala SKPK beserta Kabag dan Camat di lingkungan Pemkab Aceh Selatan, para pendamping bansos pangan, serta para penerima bantuan pangan non tunai.
Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh Selatan, Drs. Dumairi HS dalam laporannya menyampaikan bahwa, bantuan pangan non tunai ini adalah transformasi dari program RASTRA dan merupakan salah satu cara agar bantuan sosial tersebut tepat sasaran.
Pada kesempatan itu, beliau juga menyampaikan bahwa untuk sementara waktu Panti Anak Desa Jambo Manyang, Kecamatan Kluet Utara, akan di tutup dikarenakan adanya perubahan aturan hukum. Selanjutnya, ia mengharapkan bantuan semua pihak terutama Pemkab Aceh Selatan untuk membantu terwujudnya Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) di Kabupaten Aceh Selatan yaitu dengan cara segera menerbitkan Perbup tentang LPKS sebagai dasar hukum untuk peralihan dari Panti menjadi LPKS sesuai dengan amanat Permensos No. 15 Tahun 2014 dan Permensos No. 28 Tahun 2018.
Pimpinan Bank BRI Cabang Tapaktuan, Jamali dalam sambutannya mengatakan bahwa, bank BRI akan selalu berusaha menjadi mitra yang baik bagi pemerintah daerah dalam menyukseskan program penyaluran BPNT dengan mekanisme perbankan, sehingga akan lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Wabup Aceh Selatan Tgk. Amran menyampaikan bahwa, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan pangan yang di salurkan dalam bentuk non tunai dari pemerintah kepada KPM senilai Rp. 110.000,- setiap bulannya untuk setiap KPM melalui mekanisme uang elektronik untuk berbelanja di e-warong yang telah ditunjuk oleh Bank BRI khusus untuk dua jenis bahan pangan yaitu Beras dan/atau Telur.
“Dengan adanya bantuan ini Pemkab Aceh Selatan berharap dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin penerima manfaat di daerah ini,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Tgk. Amran juga meminta kepada Bank BRI agar selalu memberikan kemudahan kepada penerima bantuan dalam proses penyaluran BPNT tersebut.
Harapan senada juga ia sampaikan kepada pihak BULOG selaku pemasok beras untuk program BPNT ini.
“Saya berharap kepada pihak Bulog, agar menyalurkan beras premium dengan kualitas bagus,” pintanya.
Lebih lanjut Wakil Bupati Aceh Selatan mengatakan bahwa BPNT adalah transformasi dari program Beras Sejahtera (Rastra) dan merupakan salah satu program pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan sehingga beliau berpesan agar nantinya pada saat penyaluran di lapangan agar selalu berpijak dan mempedomani akan prinsip 6T yaitu ; (Tepat Sasaran, Tepat Harga, Tepat Kwalitas, Tepat Jumlah, Tepat Waktu, dan Tertib Administrasi).
Selain prinsip 6T tujuan BPNT adalah peningkatan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi yang se-imbang di tingkat penerima bantuan (KPM)
“Harapan kami kepada seluruh agent ataupun e-warong dalam Kabupaten Aceh Selatan agar dapat mengikuti juknis BPNT dan membeli bahan pangan (telur) pada pengusaha peternakan yang ada di daerah, sehingga sedikit demi sedikit kita mampu mengurangi ketergantungan kepada daerah tetangga,” pesan Tgk. Amran.
Dengan kebijakan seperti itu, lanjut Tgk. Amran, dapat meningkatkan ekonomi bagi usaha peternakan dalam daerah. Dengan kata lain komoditi di daerah ada dan uangnya ada.
“Tinggal lagi komitmen kita untuk mendorong dan mendukungnya dengan cara membeli produk dalam daerah khususnya Beras dan Telur yang dihasilkan dari daerah kita sendiri,” pinta Tgk. Amran.
Diakhir sambutannya, Tgk. Amran juga berpesan kepada pemerintah kecamatan/ gampong serta masyarakat penerima manfaat terkait bantuan seperti ini, jika dikemudian hari masyarakatnya sudah mampu harap di lakukan perbaikan data melalui musyawarah gampong sehingga bantuan akan bisa lebih tepat sasaran.
“Saya harapkan pejabat terkait secara rutin melakukan proses evaluasi secara menyeluruh para penerima bantuan ini setiap tahunnya. Jika ada penerima bantuan yang kehidupannya sudah tergolong mampu, tolong direvisi lalu diganti dengan masyarakat lain yang masih hidup miskin,” tegasnya.



