TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Selatan, diduga sengaja menelantarkan mobil dinas plat merah jenis Pick-Up L300 Nopol BL 8050 TB sejak dua tahun terakhir.
Informasi dihimpun di Tapaktuan, aset bergerak milik Pemkab Aceh Selatan tersebut telah sejak tahun 2017 lalu ditelantarkan begitu saja pasca mengalami kecelakaan lalu lintas di Desa Ujong Mangki, Kecamatan Bakongan.
Mobil tersebut mengalami kecelakaan sekitar bulan Juli tahun 2017 disebut-sebut saat sedang dipakai oleh salah seorang Kepala Bidang (Kabid) di Dinsos Aceh Selatan berinisial JN.
“Kejadian lakalantas itu persis terjadi pada hari minggu dalam bulan Juli 2017. Mobil itu digunakan untuk keperluan ke kebun sawitnya, bukan dalam konteks keperluan dinas,” ungkap sumber wartawan dari kalangan pegawai Dinsos Aceh Selatan, Selasa (30/4/2019).
Akibat kecelakaan itu, bagian depan mobil hancur termasuk kaca depan. Mobil tersebut sempat diamankan di Polsek Bakongan. Namun anehnya, sejak kejadian hingga saat ini status kendaraan dinas tersebut semakin kabur. Bahkan mobil tersebut sempat hilang dari peredaran beberapa saat pasca ditarik dari Polsek Bakongan.
Setelah sempat menghilang dalam jangka waktu lumayan lama, keberadaan mobil tersebut secara tiba-tiba justru muncul di sebuah lapangan terbuka di Jalan Perumnas Jorong Hulu Kolam Aroya, arah menuju Puncak Gemilang, Desa Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan.
Saat wartawan mendatangi tempat mobil tersebut terparkir pada Selasa (30/4/2019) siang, kondisi mobil tersebut terlihat telah ditutup dengan terpal dan dibiarkan terparkir ditengah-tengah lapangan dibawah terik matahari dan guyuran hujan.
“Setelah lama menghilang pasca ditarik dari Mapolsek Bakongan, sempat tersiar kabar bahwa mobil tersebut telah didum (penghapusan aset) lalu dilelang. Pasca gonjang-ganjing itulah, tiba-tiba muncul mobil tersebut di tengah-tengah lapangan Desa Lhok Bengkuang,” tambah sumber dari internal dinas dimaksud.
Kepala Bidang (Kabid) Bansos pada Dinsos Aceh Selatan, Zubir Efendi yang dimintai konfirmasi, Selasa (30/4) membenarkan salah satu aset kendaraan dinas yang masih tercatat dalam inventarisir aset mereka, keberadaannya sampai saat ini masih menghilang belum ada kejelasan.
“Sejak saya menjabat sebagai kabid bansos, kendaraan dinas tersebut memang sudah menghilang entah kemana. Menurut informasi saya terima, mobil itu sempat dipakai oleh salah seorang kabid di Dinsos Aceh Selatan, lalu mengalami kecelakaan di Bakongan, setelah itulah keberadaannya terus menghilang,” ujar Zubir Efendi.
Ia juga membenarkan bahwa, setelah sempat terjadi gonjang-ganjing, tiba-tiba mobil tersebut telah muncul di tengah-tengah sebuah lapangan terbuka.
“Kami sudah mengecek keberadaan mobil tersebut. Kerusakannya tergolong tidak begitu parah. Kalau diperbaiki diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp. 20 juta-an. Tapi sayangnya, sudah berlalu hingga dua tahun justru tak kunjung diperbaiki,” sesal Zubir Efendi.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh Selatan, Musni Yakob saat dikonfirmasi secara blak-blakan langsung menyalahkan salah seorang oknum kabid di dinas tersebut, yang disebutnya sebagai pihak yang harus bertanggungjawab memperbaiki kembali kendaraan dinas tersebut.
“Mobil itu kan dipakai untuk kepentingan pribadi, langsung diambil di gudang tanpa sepengetahuan saya. Pasca mengalami kecelakaan saya sudah berulang kali memintanya segera memperbaiki mobil itu tapi sayangnya sampai saat ini belum ditindaklanjuti,” sesal Musni Yakob.
Menurutnya, jikapun kebutuhan biaya untuk memperbaiki mobil tersebut dibebankan kepada dinas, tetap tidak akan bisa di akomodir. Sebab Dinas Sosial Aceh Selatan tidak tersedia anggaran untuk perbaikan mobil.
“Kalaupun dibebankan kepada dinas, tetap tidak mampu di akomodir. Sebab tidak tersedia anggaran untuk perbaikan mobil. Boleh silahkan di cek,” tandasnya.
Oknum salah satu kepala bidang di Dinsos Aceh Selatan berinisial JN, sejauh ini belum berhasil dimintai konfirmasi karena ketika didatangi ke dinas sosial yang bersangkutan tidak berada ditempat.




