TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Festival Rapai Debus Aceh Selatan Tahun 2025 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya khas daerah, tetapi juga menjadi momentum penting dalam meningkatkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Acara yang digelar di Alun-Alun Tapaktuan sejak Selasa 9/9/2025 malam ini sukses menyedot dan menghipnotis ribuan pengunjung dari berbagai pelosok. Selain disuguhi atraksi memukau para seniman Rapai Debus, masyarakat juga dimanjakan dengan beragam produk UMKM lokal yang dipamerkan di sekitar area festival.
Ketua Panitia Festival Rapai Debus Aceh Selatan, Teuku Muhassibu mengatakan kegiatan ini dirancang tidak hanya fokus pada pertunjukan budaya, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga mengenal dan membeli produk lokal Aceh Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah pedagang mengaku omzet penjualan mereka meningkat signifikan berkat membludaknya pengunjung festival. Mulai dari kuliner khas Aceh Selatan, kerajinan tangan, hingga produk fashion lokal turut dipasarkan dalam kegiatan tersebut.
Para pelaku usaha juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Pemkab Aceh Selatan yang telah memfasilitasi keikutsertaan UMKM dalam festival ini.
“Kami sangat terbantu. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, kegiatan seperti ini benar-benar meningkatkan pendapatan kami,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dan pelaku UMKM yang turut mendukung festival ini. Diharapkan, kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai sarana penggerak ekonomi kreatif masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya daerah.
Sebelumnya, pada malam kedua pegelaran festival, dua sanggar seni dari Kluet Selatan dan Kluet Utara berhasil menyedot perhatian penonton dalam gelaran Festival Rapai Debus Aceh Selatan yang berlangsung meriah di Alun-Alun Tapaktuan, Rabu (10/9/2025) malam.
Sanggar Debus Cahaya Baru dari Kluet Selatan dan Sanggar Debus dari Kluet Utara tampil dengan performa yang energik dan penuh semangat, memadukan unsur seni tradisional rapai dan debus dengan inovasi gerak dan irama yang menggugah. Kedua sanggar ini berhasil menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperlihatkan kekayaan budaya dan filosofi kearifan lokal masyarakat Aceh.
Ribuan penonton yang memadati lokasi acara tampak antusias menyaksikan atraksi para penari dan pesilat, terutama saat aksi debus yang menunjukkan ketahanan fisik luar biasa dipertontonkan. Sorak sorai dan tepuk tangan bergemuruh mewarnai setiap penampilan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan melalui Kabid Kebudayaan Teuku Muhassibi mengapresiasi partisipasi aktif sanggar-sanggar dari berbagai kecamatan, khususnya di malam kedua pergelaran Fastival tersebit dari Kluet Selatan dan Kluet Utara yang dianggap mampu menjaga dan melestarikan seni budaya daerah.
“Ini adalah bentuk nyata kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya Aceh. Penampilan seperti ini bukan hanya tontonan, tapi juga tuntunan, karena sarat nilai-nilai sejarah dan spiritual,” ujarnya.
Festival Rapai Debus Aceh Selatan tahun ini diikuti oleh belasan sanggar dari seluruh wilayah kabupaten bahkan dari luar daerah dan berlangsung selama satu minggu kedepan. Acara ini menjadi ajang penting untuk mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan semangat pelestarian budaya di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.





