oleh

Masa 2 Tahun Belum Tepat Disimpulkan Pemerintahan AZAM Gagal atau berhasil Memimpin Aceh Selatan

TheTapaktuanPost | Banda Aceh. Ketua Umum Pemuda Aceh Selatan (PAS) Dedy Saputra ZN, mengatakan masa 2 tahun belum tepat disimpulkan Pemerintahan Alm. H. Azwir S.Sos – Tgk. Amran (AZAM) telah gagal atau berhasil memimpin Kabupaten Aceh Selatan.

Sebab menurutnya, dengan berbagai kendala dan hambatan yang dihadapi selama ini, masa 2 tahun itu dinilai masih terlalu dini. Ia mengatakan kepemimpinan AZAM menahkodai daerah yang dihuni sekitar 200.000 lebih penduduk itu masih tersisa 3 tahun lagi.

“Sisa masa jabatan 3 tahun lagi itu kita rasa masih cukup lama. Artinya masih ada waktu dan kesempatan yang cukup bagi Pemerintah AZAM untuk melakukan pembenahan disemua bidang mewujudkan visi-misi Aceh Selatan hebat,” ungkapnya.

Penegasan itu disampaikan Dedy Saputra ZN dalam diskusi public refleksi 2 tahun Kepemimpinan AZAM yang mengusung tema “Aceh Selatan Hebat Sampai Dimana?” yang di selenggarakan PAS di Seventeen Hotel, Banda Aceh, Rabu (7/10/2020).

Dalam siaran pers yang diterima Redaksi TheTapaktuanPost di Tapaktuan, Rabu malam, Dedy mengatakan, pihaknya atas nama organisasi PAS yang berdomisili di Banda Aceh dan Aceh Besar, mengajak semua pihak untuk bersinergi membantu kepemimpinan AZAM merealisasikan seluruh visi-misinya.

Pihaknya, lanjut Dedy, juga dapat memahami penilaian beberapa kalangan terkait adanya beberapa kekurangan di pemerintahan AZAM saat ini. Tapi ia berpendapat bahwa kekurangan itu masih bisa bahkan masih tersedia waktu yang cukup panjang untuk dibenahi kembali dengan baik.

“Hanya ALLAH SWT lah yang maha sempurna, sementara makhluk-Nya di muka bumi ini sudah pasti ada kekurangan di sana sini. Makanya, selaku warga Aceh Selatan menjadi tugas kita bersama untuk memperbaiki kekurangan itu dengan memberikan saran dan kritikan yang konstruktif serta ide atau gagasan-gagasan yang cemerlang. Diakui atau tidak bupati saat ini adalah pemimpin kita bersama, jadi ayo kita bantu dimana yang kurang demi cita-cita mewujudkan Aceh Selatan Hebat,” ungkap Dedy.

Dedy menyatakan, digelarnya diskusi ini merupakan sebagai bentuk tanggungjawab PAS untuk memfasilitasi dan memberi ruang kepada semua pihak memaparkan apa saja yang telah dilaksanakan serta kendala dan hambatan apa saja yang dihadapi selama ini. Sehingga masyarakat bisa mendengar secara langsung capaian yang telah di raih serta kendala yang dihadapi selama ini.

“Melalui diskusi ini, kita menginginkan agar masyarakat menerima informasi yang utuh apa saja kendala dan hambatan yang dihadapi selama ini serta apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah. Sehingga masyarakat dapat mengambil sebuah kesimpulan yang tepat dan terukur,” ujarnya, seraya berharap dengan digelarnya diskusi ini dapat terbangun komunikasi yang bagus dari berbagai stakeholder baik di Aceh Selatan maupun di Banda Aceh.

Sedangkan terkait banyaknya masyarakat yang memilih tidak puas dalam poling yang dilaksanakan oleh PAS, Dedy mengakui bahwa tidak mungkin dalam dua tahun memimpin bisa memberikan rasa puas bagi semua orang.

“Dari berbagai kendala yang dihadapi oleh Pemkab Aceh Selatan selama ini tentu dapat dimaklumi. Artinya bahwa membutuhkan waktu dan proses untuk menggapai sebuah keberhasilan, karena keberhasilan itu tidak mungkin bisa terwujud secara instan,” tegasnya.

Diskusi yang berlangsung selama dua jam lebih ini, menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Selatan, Masrizal SE, M.Si, dan beberapa anggota DPRK Aceh Selatan diantaranya Hadi Surya, Zamzami dan Siska Elviadi Rajo Evi. Selain itu juga hadir beberapa tokoh Aceh Selatan di Banda Aceh seperti TAF Haikal, Yuna Zulfikar, Arman Fauzi, T. Maulizar dan Rusdi.

News Feed