Kisah Inspiratif Perpustakaan Desa Tutong Labuhanhaji Barat Masuk Nominasi 10 Terbaik Tingkat Nasional

TheTapaktuanPost | Labuhanhaji Barat. Perpustakaan Desa (Perpusdes) Tutong, Kecamatan Labuhanhaji Barat, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh berhasil masuk nominasi 10 besar terbaik tingkat Nasional dalam perlombaan Perpustakaan Umum Terbaik (Desa/Kelurahan) Tingkat Nasional Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh @perpusdes.id melalui PT Tirta Buana Media yang mengangkat tema ‘Dari Desa Membangun Bangsa’, dengan menulis berbagai kisah inspiratif sejak berdirinya perpustakaan desa setempat.

Dalam perlombaan tersebut, Pustaka Desa Tutong diwakili oleh Said Munawir yang telah menjadi pengurus aktif di perpustakaan tersebut sejak tahun 2012 lalu.

Bacaan Lainnya

Said Munawir menjelaskan, perlombaan level nasional ini diikuti oleh seluruh pegiat Perpusdes dan taman baca masyarakat se-Indonesia dengan hadiah buku senilai Rp. 10.000.000. Perlombaan tersebut dibuka mulai tanggal 1 – 18 Agustus 2020. Dimana hasil penilaian dewan juri nasional telah diumumkan secara virtual pada 2 September 2020 lalu.

Said Munawir menyebutkan, dalam perlombaan itu para peserta harus mengunggah beberapa dokumen melalui Google Form seperti nama media sosial pustaka, surat keterangan dari kepala desa, foto dokumentasi perpustakaan dan naskah kisah inspiratif perpustakaan.

Menurutnya, kriteria penilaian lebih difokuskan pada kisah inspiratif yang ditulis langsung oleh peserta, sedangkan dokumen lain seperti foto hanya bersifat nilai pendukung lomba tersebut.

“Adapun kisah inspiratif yang kami angkat dalam lomba ini adalah berjudul “Dari Haters Menjadi Lovers” yang menceritakan tentang keluarga Pak Abdul yang awalnya menentang pendirian perpustakaan di Desa Tutong, Kecamatan Labuhanhaji Barat hingga akhirnya menjadi pengunjung setia pustaka,” kata Said Munawir saat berbincang-bincang dengan TheTapaktuanPost di Labuhanhaji Barat, Minggu (6/9/2020).

Said-panggilan akrab Said Munawir, berharap kepada seluruh lapisan masyarakat di daerah itu, khususnya masyarakat Desa Tutong, Kecamatan Labuhanhaji Barat terus meningkatkan frekuensi membaca, sebab dengan rajin membaca akan menjadi sumber utama dari pengembangan wawasan berpikir serta untuk menambah ilmu pengetahuan.

“Maka tidak salah jika filosofi mengatakan membaca adalah jendela dunia,” imbuhnya

Ia menceritakan, Perpustakaan Desa Tutong telah berdiri sejak tahun 2007 lalu ketika Syarkawi menjabat Kepala Desa Tutong. Dalam rangka memperluas wawasan berpikir dan menambah ilmu pengetahuan masyarakat di pedesaan, kemudian pada masa Keuchik Syarifuddin memimpin pemerintah desa setempat kembali diprogramkan pembangunan kantor perpustakaan yang lebih strategis dan representatif yang terletak dalam kawasan Masjid Jami` Gampong Blang Keujeren yang saat ini kantor tersebut juga difungsikan sebagai Kantor Keuchik Desa Tutong. [] Naidy Beurawe

Pos terkait