Tgk. Amran Rela PP Banda Aceh-Tapaktuan Demi Hadiri Undangan Nelayan Samadua

TheTapaktuanPost | Samadua. Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran rela meluangkan waktu secara khusus demi memenuhi undangan para nelayan di Kecamatan Samadua. Meskipun sedang berada di Banda Aceh dalam sebuah kepentingan urusan dinas, orang nomor satu di Aceh Selatan tersebut secara mendadak kembali ke Aceh Selatan khusus menghadiri sebuah acara dengan nelayan lalu kembali lagi ke Banda Aceh alias pulang pergi (PP).

“Saat sedang berada di Banda Aceh dalam sebuah urusan dinas, pertama sekali saya di telepon oleh adek-adek sebuah paguyuban mahasiswa mengajak berjumpa berdiskusi beberapa hal. Kemudian saya kembali menerima telepon dari nelayan Samadua, akhirnya saya putuskan pulang ke Aceh Selatan semalam (Sabtu malam-red),” kata Tgk. Amran dalam sambutannya saat menghadiri acara kenduri laut di kompleks Pelabuhan mini Dusun Sawang Bunga, Gampong Ujung Tanoh, Samadua, Minggu (7/2/2021).

Bacaan Lainnya

Pada Senin (8/2/2021) malam besok, Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran dijadwalkan akan kembali berangkat ke Banda Aceh untuk selanjutnya terbang ke Jakarta untuk menghadiri sebuah acara penting di Kota Batavia.

Menurut Tgk. Amran, semua itu harus ia jalani karena ia sadar betul bahwa seorang kepala daerah yang di pilih langsung oleh rakyat, merupakan seorang pelayan masyarakat yang berkewajiban melayani aspirasi rakyatnya.

“Saya tetap berkomitmen melayani masyarakat bukan justru harus dilayani. Bapak-bapak dan ibu-ibu semua jangan sungkan-sungkan bertandang ke pendopo bupati sebab itu juga rumah rakyat. Saya juga berasal dari anak petani, kebetulan saja sedang dipercayakan menjadi Bupati Aceh Selatan. Dan itu juga berkat jerih payah dan perjuangan bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya di sini,” tegas Tgk. Amran.

Sebagai Bupati Aceh Selatan yang sampai saat ini pekerjaannya di Kartu Tanda Penduduk (KTP) masih tertera sebagai petani, Tgk. Amran mengaku belum meninggalkan profesinya sebagai seorang petani yang rutin ia jalani di setiap hari-hari libur bertugas.

Buktinya, saat ini ia memiliki sepetak tanah di Kecamatan Samadua yang di sewanya pada salah seorang masyarakat setempat dan belakang rumahnya di Kluet Utara yang telah ditanami padi. Tak hanya itu, baru-baru ini ia bersama istrinya Ny. Khailida Amran juga baru saja memanen jagung di lahan perkebunan milik pribadinya di Gampong Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah.

“Bahkan baru-baru ini di hari libur, Kepala Dinas Pertanian dan Kepala BPKD Aceh Selatan ada urusan ingin menjumpai saya membawa berkas yang harus saya tandatangani, langsung saya layani ditengah sawah. Kalau tidak percaya boleh di cek,” ungkap Tgk. Amran.

Kehadiran Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran dikompleks Pelabuhan mini Dusun Sawang Bunga, Gampong Ujung Tanoh, Kecamatan Samadua, dalam rangka menghadiri acara kenduri laut sekaligus penyerahan secara simbolis bantuan cool box fiber nelayan serta pengukuhan pengurus panglima laot Lhok 1 Samadua terpilih periode 2021-2025.

Adapun susunan pengurus Lembaga Hukum Laot/Panglima Laot Lhok 1 Samadua yang dikukuhkan oleh Camat Samadua, Suhaimi Shalihin S.Ag tersebut antara lain Ketua Umum Fitriadi, Ketua I Bakrizal, Ketua II Rusdianto, Sekretaris Khaleid dan Bendahara Kusmayadi.

Tgk. Amran berpesan kepada Panglima Laot yang baru dikukuhkan, agar mengemban amanah yang dipercayakan itu dengan sebaik-baiknya serta menunjukkan kinerja lebih bagus dari pengurus periode sebelumnya. Dan sebagai lembaga adat yang berada langsung dibawah pemerintah kecamatan, diminta harus mampu mengayomi hak-hak para nelayan setempat.  

“Panglima laot juga harus mampu mengkoordinir para nelayan baik terkait ketertiban saat melaut juga memastikan keadilan bagi para nelayan yang mendapatkan bantuan dari pemerintah. Jangan sampai terjadi, bantuan yang disalurkan oleh pemerintah tidak diterima secara merata oleh nelayan yang benar-benar membutuhkannya,” pesan Tgk. Amran, seraya meminta agar panglima laot sering-sering berkoordinasi dengan pejabat terkait di Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan sebagai leading sektornya.

Amatan TheTapaktuanPost dilokasi, acara kenduri laut yang telah diprogramkan akan digelar secara rutin setiap tahunnya ini, di tutup dengan pembuangan sesajian ke tengah laut yang di angkut menggunakan boat bermesin robin oleh nelayan setempat. Sesajian yang dibuang ke tengah laut ini terdiri dari air yang telah dibaca yasin Al-Quran, bubur beserta seluruh limbah bahan pembuatan bubur dimaksud.

Salah seorang nelayan setempat mengatakan, kegiatan pembuangan sesajian ke tengah laut penutup kegiatan kenduri laut tersebut merupakan bagian dari tradisi yang telah dilakukan oleh orang-orang tetua terdahulu yang terus dipraktekkan secara turun temurun oleh masyarakat nelayan setempat sampai saat ini.

Turut hadir pada acara ini, istri Bupati Aceh Selatan Ny. Khailida Amran, Kadis Kelautan dan Perikanan Dzumairi S.Pi,M.T, Camat Samadua Suhaimi Shalihin S.Ag, beserta jajaran Muspika setempat, anggota DPRK Aceh Selatan, imum mukim dan perangkat gampong setempat.

Pos terkait