oleh

Ketika Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran Teken Surat di Tengah Sawah

JIKA tak elok disebut ini yang pertama, berangkali sosok Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran ini pantas disebut sosok kepala daerah yang bersahaja, rendah hati dan terbuka untuk semua serta siap dan sigap memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan aparaturnya kapanpun dan dimanapun sedang berada.

Ya, seperti inilah sosok mantan kombatan GAM wilayah Lhok Tapaktuan yang kini tanpa di prediksi sebelumnya telah menjadi orang nomor satu di Kabupaten Aceh Selatan. Disaat sedang menghadiri panen raya padi musim tanam gadu tahun 2020 di Gampong Malaka, Kecamatan Kluet Tengah, Rabu (18/11/2020), tanpa sungkan Tgk. Amran langsung meneken surat yang di sodorkan padanya, saat ia bersama belasan pejabat lainnya masih berada di tengah-tengah hamparan sawah yang menguning.

Tidak seperti pejabat lainnya yang cenderung bersikap formal dalam urusan administrasi birokrasi. Demi untuk mempermudah masyarakat dan bawahannya, Tgk. Amran sering menempuh “jalan tol” memangkas alur birokrasi dengan langsung melayani urusan teken-meneken surat yang disodorkan warganya kapanpun dan dimanapun sedang berada, tak terkecuali sedang berada di tengah hamparan sawah.

“Pat ku teken (dimana saya tandatangani-red)?,” tanya Tgk. Amran.  

Karena sedang berada ditengah hamparan sawah, Tgk. Amran meminta salah seorang warga yang berdiri tak jauh darinya membungkukkan badannya. Tgk. Amran menggunakan punggung warga tersebut sebagai pengganti meja untuk meneken surat tersebut. Peristiwa yang turut disaksikan puluhan tamu undangan dan masyarakat yang menghadiri acara panen raya padi tersebut, berlangsung secara spontan tanpa di rencanakan sebelumnya.

Sikap Tgk. Amran yang murah senyum, mudah bergaul, ramah dan mau di ajak berdiskusi ini tidak terlepas dari latar belakang kehidupannya. Mungkin tak semua orang tahu bahwa, gelar Teungku (Tgk) yang di sematkan dan melekat di belakang namanya itu, bukan hanya sekedar karena beliau berasal dari mantan kombatan GAM. Melainkan, jauh sebelum bergabung dengan pasukan sayap militer GAM dengan jabatan terakhir panglima daerah (Pangda), beliau memang berasal dari santri yang pernah menimba ilmu agama di sebuah pondok pesantren di Aceh Selatan.

Sisi lainnya yang mungkin tak banyak orang tahu tentang sosok pribadi Tgk. Amran adalah, beliau satu-satunya kandidat calon pimpinan daerah yang ikut kontestasi Pilkada Aceh Selatan tahun 2018 lalu, yang pekerjaannya di Kartu Tanda Penduduk (KTP) langsung tertulis sebagai seorang petani. Dengan telah dilantik sebagai Bupati Aceh Selatan sisa masa jabatan 2018-2023, bisa jadi (mungkin) Tgk. Amran ini merupakan satu-satunya kepala daerah di Provinsi Aceh bahkan di Indonesia yang berasal dari Petani. Dengan latar belakang inilah, makin termotivasi Tgk. Amran untuk selalu dekat dengan masyarakatnya terutama dengan para petani.

Hal itu terbukti, saat beberapa kali menghadiri kegiatan program ketahanan pangan baik tanam serentak maupun panen raya padi, Tgk. Amran terlihat langsung turun ke sawah menanam padi bersama petani. Bahkan yang membuat banyak pihak terkejut, Tgk. Amran sangat mahir dan cepat menanam padi, demikian juga saat memanen padi.  

Amatan TheTapaktuanPost, ini bukan kali pertama Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran meneken surat yang di sodorkan warganya saat sedang menghadiri sebuah acara atau melakukan peninjauan lapangan di gampong-gampong dalam wilayah Aceh Selatan.

Bisa jadi, dalam pandangan Tgk. Amran sejauh bisa di permudah untuk apa dipersulit masyarakat mengurus surat menyurat. Dapat dibayangkan, dengan letak tofografi Aceh Selatan yang memiliki wilayah cukup luas yang terdiri atas 260 gampong dalam 18 kecamatan mulai dari perbatasan Krueng Baru, Kecamatan Labuhanhaji Barat sampai Kapa Sesak, Kecamatan Trumon Timur. Hanya untuk mengurus sebuah surat, misalnya, masyarakat harus menempuh perjalanan selama berjam-jam menuju ke Kota Tapaktuan, pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Selatan.

Teruslah berbuat yang terbaik bagi rakyat Aceh Selatan Tgk. Amran. Teguhkan sikap dan komitmen (istiqamah) dalam sebuah niat yang tulus ikhlas, sekitar 200 ribu lebih rakyat di daerah yang di juluki “Bumi Teuku Cut Ali” ini menunggu sentuhan “tangan dingin” mu memajukan pembangunan daerah di seluruh sektor serta meningkatkan perekonomian masyarakat, semoga cita-cita “ACEH SELATAN HEBAT” segera akan terwujud. []

News Feed