TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Selatan menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) pelayanan kesehatan obat tradisional dan sosialisasi griya sehat, sebagai bagian dari persiapan regulasi (road map) pendirian griya sehat di daerah itu, oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang berkomitmen merealisasikan system pelayanan kesehatan tradisional, di Aula Kantor Dinkes, Tapaktuan, Jum`at (18/12/2020).
Kegiatan yang diikuti langsung oleh Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran didampingi istri yang juga Ketua TP-PKK, Ny. Khailida Amran tersebut, dihadiri beberapa pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI antara lain, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes yang diwakili Kasubdit Yankestrad Komplementer dr. Gita Swisari MKM, Kasie Yankestrad Komplementer Berkelompok In Ratri ADK, SKM,M.Si, Kasie Yankestrad Integrasi di FKTL Haryani SKM,MHSM, JFT Adminkes Ns. Fitri Astuti S.Kep dan Staf Subbag Tata Usaha Anisah Lutfianti A.Md.
Sementara pejabat Pemkab Aceh Selatan antara lain, Sekdakab H. Nasjuddin SH, Asisten 1 Setdakab Erwiandi S.Sos, Kepala Dinas Kesehatan Novi Rosmita SE,M.Kes dan sejumlah kepala OPD terkait lainnya, Ketua Komisi III DPRK Martunis, Camat Tapaktuan Halim Bahri SE serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam paparannya, dr. Gita Swisari MKM menjelaskan bahwa, dalam Permenkes Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan tahun 2020-2024 rencana bidang pelayanan kesehatan obat tradisional memiliki 3 indikator yaitu jumlah puskesmas yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan obat tradisional, jumlah rumah sakit pemerintah yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan obat tradisional terintegrasi dan jumlah griya sehat di kabupaten/kota.
Dikatakan, target atau sasaran pendirian griya sehat di Indonesia tahun 2020-2024 antara lain pada tahun 2020 telah di dirikan 4 unit yaitu di Kabupaten Kendal Jawa Tengah, Kabupaten Klaten, Materia Medika UPT Dinkes Jatim dan Asyifa sebuah unit swasta di Sidoarjo Jatim.
“Untuk Kabupaten Aceh Selatan sendiri, di targetkan akan di dirikan pada tahun 2022 mendatang bersama 14 kabupaten/kota lainnya,” ujar dr. Gita Swisari seraya menyebutkan hingga 2024 mendatang di targetkan akan rampung di dirikan sebanyak 60 unit griya sehat di seluruh Indonesia.
Menurutnya, pelayanan kesehatan obat tradisional di griya sehat antara lain dalam bentuk akupuntur, akpupresur, pijat dan pijat baduta, herbal dan KIE konseling pemanfaatan taman obat keluarga. “Ke depan juga bisa dikembangkan adanya SPA seperti yang telah dilakukan oleh balai kesehatan tradisional Makassar,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Novi Rosmita SE,M.Kes mengatakan, Pemkab Aceh Selatan dalam hal ini Bupati Tgk. Amran berkomitmen mendukung penuh dan sangat menyambut baik program pendirian griya sehat dari Kemenkes RI dalam rangka merealisasikan pelayanan kesehatan obat tradisional di daerah itu.
Ia mengatakan, jajaran Dinkes Aceh Selatan sejak beberapa tahun lalu secara bertahap telah mulai mengembangkan berbagai jenis tanaman obat tradisional keluarga yang di tanam langsung di taman sekitar perkarangan Kantor Dinkes dan sejumlah Puskesmas di daerah itu.
“Dapat di saksikan atau di cek langsung saat ini di taman sekitar perkarangan Kantor Dinkes Aceh Selatan terdapat sekitar 50 lebih berbagai jenis tanaman obat tradisional keluarga. Tanaman ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat, sebagai upaya pelayanan kesehatan alternatif disamping menggunakan pelayanan kesehatan formal di Puskesmas,” sebutnya. [] NB





