Bantah Telantarkan Pasien, Puskesmas Kuala Ba’u Akui Telah Berikan Layanan Sesuai Prosedur

TheTapaktuanPost | Kluet Utara. UPTD Puskesmas Kuala Ba’u, Kecamatan Kluet Utara menyangkal keras tudingan menelantarkan pasien sekarat dalam mobil hingga mengecewakan keluarga pasien. Instansi medis tersebut mengaku sudah sangat kooperatif dan dari awal telah memberikan layanan sesuai prosedur.

Penegasan ini disampaikan Ketua Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Puskesmas Kuala Ba’u, Sabri Nora didampingi Subbag TU UPTD Puskesmas Kualaba’u, Zarwati, Amd. Keb mewakili Kepala UPTD Puskemas Kualaba’u , Usmar kepada TheTapaktuanPost, Selasa (5/8/2025) sore.

Bacaan Lainnya

Ketua K3 Puskesmas Kuala Ba’u, Sabri Nora yang mengaku telah turun melakukan pengecekan (inspeksi) langsung ke lapangan menegaskan pihaknya tak menampik adanya kejadian dimaksud, namun dia menegaskan bahwa informasi yang disampaikan oleh Mukhsin, selaku keluarga pasien tak sepenuhnya sesuai fakta dilapangan.

“Kami sudah sangat kooperatif sejak awal. Pelayanan tetap kami berikan sesuai prosedur, bahkan langsung menjemput pasien di rumahnya hingga pasien berada di dalam ambulans,” ungkap Sabri Nora.

Sabri menjelaskan bahwa kejadian bermula saat pihaknya menerima telepon dari keluarga pasien yang menginformasikan ada anggota keluarganya dalam kondisi lemah. Menindaklanjuti laporan tersebut, UPTD Puskesmas Kualaba’u langsung mengirim petugas bernama Sarbunis untuk menjemput pasien dengan ambulans.

Setibanya di puskesmas, Sarbunis memanggil petugas paramedis, sementara tim lainnya mempersiapkan penanganan dan peralatan medis. Namun, keluarga pasien justru sudah dalam kondisi emosional dan menolak diberi pelayanan dengan alasan “tidak dilayani”.

Keluarga pasien bahkan sempat mengatakan tidak ada dokter di tempat, padahal dokter Riska sedang memberikan terapi ke pasien lain di ruang poli umum dan dokter Anggi sedang bertugas di Puskesmas Ujung Padang Rasian dalam rangka tugas perbantuan dari Dinkes Aceh Selatan.

“Bahkan saat keluarga pasien mengatakan tak ada dokter, sempat dijawab oleh dr. Riska bahwa dialah dokter. Namun apa mau dikata tak juga direspon positif oleh keluarga pasien yang sudah terlanjur emosional,” sesal Sabri.

Subbag TU UPTD Puskesmas Kualaba’u, Zarwati, Amd. Keb menambahkan, karena kondisi pasien yang sangat lemas, kemudian tim medis berencana melakukan tindakan awal seperti pemasangan infus dan pemeriksaan vital di dalam ambulans dan rencananya pasien langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan. Karena UPTD Puskemas Kualaba’u bukanlah Puskesmas Rawat Inap, melainkan hanya bersifat Fasilitas Kesehatan rawat jalan.

Namun, suasana sempat memanas ketika keluarga pasien menuding tidak adanya dokter, meskipun menurut Zarwati, dokter sudah berada di hadapan mereka.

“Jadi ini kronologi yang sebenarnya. Tidak benar tudingan bahwa pasien ditelantarkan. Sejak awal kami sudah memberikan pelayanan medis sesuai standar,” tegasnya.

Pos terkait