Abaikan Gencatan Senjata, Israel Kembali Serang Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Yerusalem. Bentrokan kembali terjadi antara demonstran Palestina dan polisi Israel setelah shalat Jumat (21/5/2021) di kompleks Masjid Al-Aqsa, situs tersuci ketiga bagi umat Muslim dan juga tempat suci bagi Yahudi di Yerusalem yang menjadi sumber konflik antara kedua pihak selama ini.

Belum jelas apa yang memicu kekerasan itu. Polisi menembakkan granat kejut dan gas air mata, sedangkan warga Palestina melontarkan batu setelah ratusan orang ambil bagian dalam unjuk rasa untuk merayakan gencatan senjata, di mana mereka melambai-lambaikan bendera Palestina dan Hamas serta menyemangati kelompok militan itu.

Bacaan Lainnya

Bentrokan antara demonstran dan polisi di sana pada awal bulan ini merupakan salah satu penyulut utama pertempuran bersenjata baru-baru ini.

Sebelumnya ribuan orang turun ke jalan-jalan Gaza sewaktu gencatan senjata mulai berlaku pada hari Jumat (21/5/2021) pukul 2 dinihari.

Kaum muda melambai-lambaikan bendera Palestina dan Hamas, membagi-bagikan permen dan camilan manis, membunyikan klakson dan menyalakan kembang api.

Suasana perayaan meriah juga berlangsung semalam di Yerusalem Timur dan di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Israel merebut ketiga wilayah itu pada perang tahun 1967 dan Palestina menginginkan daerah itu kembali menjadi wilayah tanah air mereka sebagai wilayah negara berdaulat yang sebelumnya telah direbut Zionis Israel.

Dilansir TRT World, Jumat (21/5/2021), Kompleks Masjid Al Aqsa yang berada di atas dataran tinggi Kota Tua yang dikenal oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai al Haram al Sharif atau Tempat Suci dan bagi orang Yahudi sebagai Temple Mount.

Agresi terbaru terhadap Palestina terjadi ketika para pemimpin dunia dan diplomat tinggi menyambut gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir. Mereka sambil mendesak solusi politik jangka panjang untuk pendudukan Israel di wilayah Palestina. Akibat serangan Israel, korban yang berjatuhan berjumlah 243 warga Palestina. (VOA)

Pos terkait