Muhammad Iqbal, Ini Baru Lawan Seimbang Abang Samalanga

TheTapaktuanPost | Banda Aceh. Lama tak terdengar adanya keributan antar sesama anggota DPR Aceh. Senin, 17 November 2025, kabar tak sedap dan memalukan ini kembali berhembus. Lagi-lagi, kisah seputar adu mulut alias cekcok antara Ketua DPR Aceh Zulfadli alias Abang Samalangga versus Muhammad Iqbal dari Fraksi PKB. 

Menariknya, kedua mereka berasal dari daerah pemilihan sama yaitu, Bireuen (Dapil III) dan sempat satu induk perjuangan serupa yakni, kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Informasi yang dikumpulkan modusaceh.co dari berbagai sumber di DPR Aceh menyebut, cekceok itu terjadi saat sedang Rapat Rencana Kinerja Tahunan (RKT) di ruang kerja Wakil Ketua II DPRA Ali Basrah, yang juga Ketua Panja.

Bacaan Lainnya

Ketika itu, ada Ketua Fraksi PA Tgk Anwar Ramli dan Ketua Komisi IV Nurdhiansyah Alasta. Agenda rapat saat itu, membedah hasil kunjungan kerja ke Makassar, DKI Jakarta serta Jawa Barat, terkait program aspirasi tentang Pelatihan Wawasan Kebangsaan serta Sosialisasi Qanun. Program ini sebelumnya sudah dibahas dan disetujui Ketua DPR Aceh Zulfadli alias Abang Samalangga. Makanya, ada kegiatan kunjungan kerja.

“Mereka mengkaji dan mencari dasar hukum serta aturan yang membenarkan seperti di DKI Jakarta, Makassar serta Jawa Barat,” kata sumber tadi.

Itu sejalan dengan alokasi dana aspirasi Rp5,5 miliar per anggota, yang kemudian dipotong menjadi Rp 4,5 miliar sehingga Rp1 miliar lagi, diminta untuk tetap melekat pada anggota. Sementara untuk Banggar Rp 5 miliar.

Nah, saat sedang pembahasan itulah, Zulfadli datang dan berujar bahwa alokasi dana tadi, harus sesuai regulasi dan persetujuan Kemendagri serta berbagai uraian lain. Intinya, usulan dana tersebut dibatalkan.

Mendapat penjelasan itu, Muhammad Iqbal menyanggah. Kata dia, kalau memang tidak sesuai dengan regulasi, mengapa baru sekarang atau bukan sejak awal disampaikan Ketua DPRA.  Bukan sebaliknya, disetujui untuk melakukan kunjungan kerja.

Itu sebab menurut Iqbal, sikap Ketua DPR Aceh Zulfadli alias Abang Samalangga terkesan telah menjebak mereka.

“Dari sanalah adu mulut itu terjadi,” ungkap sumber yang tak mau ditulis namanya ini. 

Sumber itu juga menduga, para anggota juga mulai curiga sebab ada sisa dana Rp50 miliar tahun anggaran 2025, yang akan dibelah pimpinan dewan bersama tujuh pimpinan fraksi. Terkait adanya informasi sampai terjadi saling lempar asbak rokok. Sumber ini hanya tersenyum saat dikonfirmasi media ini. “Ya, begitulah dinamika yang ada. Tapi, semuanya sudah selesai kok,” jelas dia.

Sekedar informasi. Pada Pemilu 2024 lalu, sejumlah eks kombatan GAM ikut ambil bagian dalam kontestasi ini. Menariknya, selain memilih Partai Aceh (PA) sebagai kenderaan politik, tak sedikit yang memilih maju melalui partai lain, khususnya nasional. Salah satunya, Muhammad Iqbal yang memilih maju DPRA melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan (dapil) III, Kabupaten Bireuen.

Di kalangan warga Bireuen, mantan Panglima GAM Sagoe Banggalang (Jeunieb) Daerah I Wilayah Batee Iliek ini, memang dikenal sebagai politisi santun, ramah, berintegritas, dan bijaksana.

“Kalau bicara kombatan. Iqbal itu lebih kental dan militan dari pada Zulfadli. Saat konflik, Iqbal selalu di garda terdepan, berhadapan kontak tembak dengan TNI-Polri,” jelas seorang mantan kombatan di Bireuen kepada modusaceh.co.

“Sementara Zulfadli dia hanya kombatan biasa. Namun, lihai dalam berbisnis. Dimulai dari usaha galian C, sehingga secara ekonomi dia memang jauh berlebih. Makanya, dia maju sebagai anggota DPR Aceh,” jelas seorang eks kombatan, yang mengaku satu pasukan dengan Iqbal.

Dia juga bilang, dalam struktur kombatan, Muhammad Iqbal adalah Panglima Sagoe Banggalang (Jeunieb) Daerah I Wilayah Batee Iliek. Setelah Aceh damai, dia memutuskan terjun ke dunia politik dan mencalonkan diri sebagai anggota DPRA pada Pileg 2019. Kendaraan politiknya saat itu Partai Demokrat. Namun, kerja kerasnya ketika itu belum membuahkan hasil. Dia tidak terpilih sebagai anggota DPRA Periode 2019-2024.

Tak patah semangat, pada Pemilu 2024, Iqbal mencoba lagi. Kali ini, dia maju melalui kendaraan politik barunya, PKB. Hasilnya, Iqbal menduduki kursi DPRA Periode 2024-2029. Dia meraih suara sebanyak 14.124 (PKB: 39.229). Keberhasilan tersebut, sekaligus mencatatkan nama ipar almarhum Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop) ini, sebagai peraih kursi DPRA perdana bagi PKB di Dapil III Bireuen. Ini baru lawan seimbang Abang Samalangga.

Pos terkait