Plt. Bupati Aceh Selatan Tinjau Ruangan Khusus Covid-19 di RSUDYA Tapaktuan

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Plt. Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran meninjau ruangan khusus penanganan virus corona (Covid-19) yang terdiri dari satu ruang UGD dan empat ruang isolasi di BLUD RSUD Yuliddin Away, Tapaktuan, Selasa (7/4/2020) siang.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan rumah sakit milik Pemkab Aceh Selatan tersebut, memberikan pelayanan medis jika sewaktu-waktu masuk pasien suspeck Covid-19 pasca rumah sakit tersebut ditunjuk oleh Gubernur Aceh sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Aceh.

Pantauan TheTapaktuanPost dilokasi, saat hendak memasuki ruangan yang berlokasi di Gedung A tersebut, rombongan Plt. Bupati terlebih dulu memakai masker dan diarahkan mencuci tangan yang bersih dengan hand sanitizer yang disediakan pihak rumah sakit sesuai petunjuk protokol kesehatan yang ditetapkan WHO.

Ruangan pertama yang ditinjau adalah ruang Unit Gawat Darurat (UGD) yang berlokasi di lantai 1. Kemudian dilanjutkan peninjauan empat ruangan isolasi yang berada di lantai 2 yang masing-masing kamarnya dilengkapi 2 bed tempat tidur

Masing-masing ruang isolasi Covid-19 tersebut juga dilengkapi bel (tanda panggilan) yang terkoneksi langsung diatas meja perawat yang berada persis didepan kamar perawat.

Dimasing-masing ruangan yang ditinjau mulai dari ruang UGD dilantai 1 hingga ruang isolasi di lantai 2, Plt. Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran dengan sangat teliti dan cermat, terlihat mengecek langsung bagian-bagian ruangan dimaksud. Mulai dari bed tempat tidur, fasilitas pendingin ruangan (AC), arus listrik penerang ruangan hingga suplai air di kamar mandi.

Seusai meninjau ruangan penanganan Covid-19 tersebut, Plt. Bupati Aceh Selatan menginstruksikan kepada pihak RSUD Yuliddin Away Tapaktuan agar segera melengkapi seluruh fasilitas yang dibutuhkan sehingga pelayanan terhadap pasien Covid-19 dapat dilakukan secara maksimal.

“Terhadap fasilitas yang belum lengkap tolong segera dilengkapi, agar jika sewaktu-waktu masuk pasien Covid-19 dapat dilayani secara maksimal,” perintah Tgk. Amran.

Meskipun demikian, lanjut Tgk. Amran, pihaknya atas nama pemerintah daerah bersama seluruh lapisan masyarakat tetap berdoa kepada ALLAH SWT, semoga daerah tersebut dijauhi dari marabahaya wabah virus corona yang sudah berstatus pandemi secara global termasuk di Indonesia.

“Kita terus memanjatkan doa kepada ALLAH SWT, semoga ruangan yang telah disiapkan ini, jangan sampai masuk pasien virus corona. Semoga daerah dan masyarakat kita selalu mendapat perlindungan dari ALLAH SWT,” ucap Tgk. Amran.

Kamar Isolasi Bertekanan Negatif

Sementara itu, Kabid Pelayanan Medik RSUD YA Tapaktuan, dr. Syah Mahdi Sp.PD yang dimintai tanggapan secara terpisah menjelaskan bahwa, terkait instruksi Plt. Bupati agar pihaknya segera melengkapi seluruh fasilitas, telah ditindaklanjuti dengan telah mengajukan usulan pemesanan sejumlah peralatan pendukung medis diruang khusus Covid-19 yang harus dilengkapi dengan kamar isolasi bertekanan negatif ke Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.

“Kita telah mengusulkan pemesanan peralatan penunjang ke Dinkes Aceh. Diantaranya, ruangan RICU (Respiratory Intensive Care Unit) dengan ventilator 2 ruangan, ruang rawat isolasi bertekanan negatif 20 kamar, ruang rawat isolasi biasa 4 kamar dengan masing-masing kamar di isi 2 bed

Nantinya, lanjut Syah Mahdi, pihak Dinas Kesehatan Provinsi Aceh akan memasang alat ventilator bertekanan negarif dimasing-masing ruangan penanganan Covid-19 yang telah disediakan di RSUD YA Tapaktuan tersebut.

Bacaan Lainnya

Kendala yang dihadapi pihaknya saat ini, kata Syah Mahdi, fasilitas pendingin ruangan yang dipasang di empat ruangan isolasi Covid-19 tersebut belum bisa berfungsi maksimal karena mengalami kekurangan daya listrik. Karena itu, RSUDYA Tapaktuan bermohon kepada pihak PLN melalui Pemkab Aceh Selatan dapat memasang sebuah gardu induk di rumah sakit tersebut untuk memenuhi suplai arus listrik ke seluruh ruangan.

Sejauh ini, tambahnya, RSUD YA Tapaktuan telah merawat sebanyak 2 pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. Dimana 1 pasien PDP telah sehat dan telah kembali pulang ke rumah dan 1 lagi pasien PDP meninggal dunia setelah dirujuk ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh.

“Pasien PDP yang meninggal dunia setelah di rujuk ke RSUZA Banda Aceh ini, dinyatakan bukan karena virus corona melainkan karena ada penyakit penyerta lain. Namun demikian, untuk lebih jelasnya, perihal itu bisa ditanyakan langsung kepada pihak RSUZA Banda Aceh,” tandasnya.

Ikut mendampingi Plt. Bupati Aceh Selatan meninjau ruangan penanganan Covid-19 tersebut antara lain, Direktur BLUD RSUD YA Tapaktuan, dr. Erizaldi M.Kes, Sp.OG, KTU Rabialdi, Kabid Program Fakhrizal M.Kes, Kabid Perawatan Usuluddin, Kabid Pelayanan Medik dr. Syah Mahdi Sp.PD dan dokter speialis radiologi dr. M. Iqbal Sp.Rad.

Pos terkait