TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Direktur Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit dr. H. Yuliddin Away (BLUD RSYA) Tapaktuan, dr. Erizaldi M.Kes, Sp.Og menegaskan bahwa tidak ada perbedaan atau diskriminasi pelayanan antara pejabat daerah dengan masyarakat biasa yang terkonfirmasi positif Covid-19 sedang menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit milik Pemkab Aceh Selatan tersebut.
“Tidak ada yang kami istimewakan semuanya sama. Pelayanan yang kami berikan sesuai standar pelayanan terhadap pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata dr. Erizaldi dalam siaran persnya kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (13/8/2020).
Penegasan ini disampaikan dr. Erizaldi meluruskan atau mengklarifikasi tudingan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Aceh Selatan yang menyebutkan pihaknya mengistimewakan pelayanan terhadap salah seorang pejabat dijajaran Pemkab Aceh Selatan terkonfirmasi positif Covid-19 sedang menjalani isolasi diruang khusus Covid-19 di rumah sakit dimaksud.
“Tidak ada perbedaan dan istimewa antara penjabat daerah dengan masyarakat biasa. Pelayanan kepada pasien positif Covid-19 semuanya sama sesuai SOP yang telah ditetapkan serta sesuai dengan surat Gubernur Aceh tanggal 30 Juli 2020,” tegasnya lagi.
Menurutnya, dalam surat Gubernur Aceh tersebut jelas ditegaskan bahwa rumah sakit harus menyiapkan 10 % dari jumlah bed tempat tidur pasien yang tersedia di rumah sakit serta harus menyiapkan ruang khusus untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
“Saat ini beberapa pasien positif Covid-19 dirawat di lantai tiga gedung C. Sedangkan yang bergejala di tempatkan di ruang khusus Gedung A. Setiap pasien yang menjalani perawatan dan isolasi di ruang khusus Covid-19 ini dipastikan terpisah jauh dari ruang perawatan pasien biasa. Karena memang berada di gedung yang berbeda,” ungkapnya.
Pihaknya juga memastikan saat dilakukan proses mobilisasi pasien positif Covid-19 tidak akan mengganggu pasien non Covid-19. Sebab, proses mobilisasi pasien positif tersebut tetap menerapkan prosedur protokol kesehatan seperti sterilisasi lift setelah petugas selesai mengangkut pasien positif Covid-19.
“Kedepannya, kami juga sedang merencanakan akan memfungsikan Gedung B untuk dijadikan ruang perawatan pasien positif Covid-19. Artinya bahwa, pihak rumah sakit terus melakukan langkah-langkah persiapan secara bertahap merespon terus terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19 di daerah ini. Namun semuanya butuh proses tidak mungkin seperti membalikkan telapak tangan, karena ada hal-hal teknis yang perlu dipersiapkan,” pungkasnya.





