TheTapaktuanPost | Labuhanhaji Timur. Kontingen kafilah MTQ asal Kecamatan Meukek dan beberapa kecamatan lainnya se-Aceh Selatan mengaku kecewa berat atas molornya kegiatan pawai ta`ruf MTQ XXXVI tingkat Kabupaten Aceh Selatan yang dipusatkan di Kecamatan Labuhanhaji Timur, Selasa (8/7/2025).
Salah seorang panitia Kafilah Kecamatan Meukek, Tgk. Irwandas mengatakan, dalam jadwal undangan yang dikirim pihak panitia jelas disebutkan bahwa pelaksanaan pawai ta`ruf yang menempuh rute mulai dari Lapangan Bola kaki Talago Batu, Gampong Paya Peulumat, lokasi berlangsungnya perhelatan MTQ tingkat kabupaten tahun 2025 lalu melewati Kantor Camat Labuhanhaji Timur hingga finish di Masjid Attaqwa Peulumat, berlangsung pukul 14.00 WIB.
Namun ironisnya, pelaksanaan pawai sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menjelang berlangsungnya pembukaan MTQ pada malam harinya, baru resmi dimulai sekitar pukul 17.00 WIB sore.
“Artinya bahwa, sekitar 3 jam kontingen kafilah dari sejumlah kecamatan se-Aceh Selatan termasuk kafilah Kecamatan Meukek yang disiplin hadir tepat waktu terkatung-katung dijemur dibawah terik matahari di lapangan bola kaki itu,” kata Tgk. Irwandas kepada TheTapaktuanPost, Selasa (8/7/2025) malam.
Mantan anggota DPRK Aceh Selatan dari Fraksi Partai Aceh (PA) ini mengatakan, yang lebih menyakitkan lagi adalah molornya waktu hampir selama 3 jam yang katanya karena sedang menunggu kehadiran Bupati Aceh Selatan H. Mirwan bersama rombongan itu justru tanpa pemberitahuan apapun dari pihak panitia pelaksana. Akibatnya, kontingen kafilah yang berasal dari berbagai penjuru pelosok Aceh Selatan yang sudah stanby menempati lokasi masing-masing yang telah ditetapkan merasa diperlakukan tak manusia dan tak beradap.
“Khususnya kontingen kafilah Kecamatan Meukek merupakan kontingen paling cepat hadir yaitu sebelum pukul 14.00 WIB sudah stanby dilokasi. Akibat molor waktu terlalu lama, peserta terpaksa menunggu dilapangan dan sebagian lainnya berdiri dihalaman ruko dan rumah-rumah penduduk sekitar lokasi. Ini sungguh sangat disesalkan, seharusnya jika ada penundaan waktu diinformasikan lebih lanjut ke kontingen masing-masing,” sesal Tgk. Irwandas.
Jikapun benar seperti alasan pihak panitia molornya waktu selama 3 jam lebih itu akibat terlalu lama menunggu kehadiran bupati dan rombongan dari Tapaktuan, Tgk. Irwandas menilai bahwa peristiwa tersebut semakin mencerminkan sebuah kondisi ketidaksiapan Pemkab Aceh Selatan dalam menyukseskan perhelatan akbar MTQ tingkat kabupaten tahun 2025 tersebut.
“Jadi, tingkat jadwal kehadiran saja tak mampu di implementasikan dengan disiplin secara tepat waktu, apalagi ketika kita kaji terkait persiapan tempat juga terasa dan terpantau lebih amburadul lagi. Selain dalam kondisi becek tergenang air, juga pembangunan panggung utama dinilai kurang persiapan dan beberapa tenda tamu roboh menjelang pembukaan,” ungkapnya seraya meminta kepada Bupati H. Mirwan ke depannya lebih serius melakukan persiapan sehingga ajang kegiatan perhelatan akbar sekaliber MTQ tingkat kabupaten seperti itu tak hanya sebatas life service untuk pencitraan.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Selatan, Ustadz Indra Hidayat selaku leading sektor yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan MTQ sejauh ini belum berhasil dimintai konfirmasi. Dihubungi oleh TheTapaktuanPost via telepon seluler, Selasa (8/7/2025) malam meski terdengar jelas suara panggilan masuk namun tak diangkat. Demikian juga pesan singkat via WA yang dikirim hingga menjelang berita ini ditayang tak ada jawaban.
Namun sebelumnya, panitia pelaksana bidang tertib acara yang juga tim asistensi Pemkab Aceh Selatan Tio Achriyat yang dikonfirmasi mengatakan, panitia terus melakukan pekerjaan penimbunan genangan air, pendirian kembali tenda (teratak) tamu yang tumbang dan pemasangan panggung utama serta sound system.
Dia menyebutkan, pihak panitia tempat sedang membenahi penyelesaian tempat dan memperbaiki tenda yang roboh diterpa angin kencang. Begitu juga situasi lapangan yang tergenang air dan becek terus diupayakan penimbunan.
“Faktor arena MTQ terkendala dan belum rampung 100 persen bukan akibat kelalaian, tetapi murni pengaruh cuaca ekstrim di luar perhitungan manusia. Jika tidak terjadi hujan dan badai, dipastikan tidak terkendala dan siap tepat waktu,” ungkap Tio Achriyat.
Menurut tim asistensi bupati itu, agenda tentatif yang sudah diprogramkan panitia pelaksana tetap berlanjut, kalau tidak memungkinkan dilaksanakan di arena MTQ, maka alternatifnya digeser ke lokasi yang aman, tertib dan lancar.
“Salah satu agenda Pawai Taaruf peserta, jika belum bisa di gelar di arena utama, maka akan kita geser ke lokasi lain. Saat ini panitia tempat terus membenahi untuk menyiapkan semua kebutuhan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Selatan Ustadz Indra Hidayat, S,Ag, M,Ag yang dikonfirmasi mengaku alokasi anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan MTQ XXXVI Tahun 2025 sebesar lebih kurang Rp 1 miliar.
“Anggarannya tidak besar, lebih kurang diatas Rp 1 miliar,” ungkapnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (7/7/2025).





