Plt. Kadiskes Aceh Selatan Telah Sembuh dari Covid-19

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Plt. Kadiskes Aceh Selatan, Novi Rosmita SE,M.Kes dinyatakan telah sembuh dari Covid-19. Berdasarkan pemeriksaan swab ulang secara mandiri di Laboratorium PCR Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, hasilnya sudah negatif.

Selain Novi, putra semata wayangnya Ananda G (12) juga keluar hasil swab ulangnya negative sehingga dinyatakan sudah sembuh dari Covid-19. Sementara suami Plt. Kadiskes Aceh Selatan inisial IM hasilnya masih positif Covid-19, sehingga masih melanjutkan isolasi di RSUDYA Tapaktuan.

Bacaan Lainnya

Sementara Plt. Kadiskes Aceh Selatan bersama anaknya telah kembali ke rumahnya di Jalan Merdeka, Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan.

Kepastian ini disampaikan Direktur RSUDYA Tapaktuan, dr. Erizaldi M.Kes, Sp.Og kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (13/8/2020).

“Ada lima orang pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 dari Aceh Selatan melakukan pemeriksaan swab ulang secara mandiri di Laboratorium Unsyiah, Banda Aceh, yang hasilnya diterima Rabu (12/8/2020) malam kemaren. Tiga diantaranya negatif dan dua orang masih positif,” kata Erizaldi.

Kelima orang itu adalah N (46) G (12) dan S (46) hasilnya Negatif Covid-19. Sementara dua orang inisial IM (45) dan Z (74) dinyatakan masih positif.

“Namun khusus terhadap pasien Z hari ini akan dirujuk ke RSU Zainal Abidin Banda Aceh, karena mengalami gejala penyakit penyerta lainnya,” ujar Erizaldi.

Dengan demikian, total akumulasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Aceh Selatan, sampai saat ini menjadi 41 kasus dari sebelumnya 44 kasus.

Plt. Kadiskes Aceh Selatan Novi Rosmita SE,M.Kes yang dikonfirmasi secara terpisah, mengucapkan syukur alhamdulilah kepada Allah SWT berkat doa dari semua pihak, dirinya bersama anak semata wayangnya telah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

“Alhamdulillah, pada Rabu malam kemaren saya sudah mendapatkan hasil swab ulang dinyatakan Negatif Covid -19. Begitu juga anak saya juga Negatif, namun suami saya masih positif Covid-19. Mohon doanya untuk suami saya dan untuk  pasien lainnya yang sedang menjalani isolasi semoga secepatnya negative,” kata Novi.

Pada Kamis (13/8/2020) siang tadi, Novi bersama anaknya sudah pulang ke rumahnya, namun suaminya masih tetap melanjutkan isolasi diruang khusus Covid-19 RSUDYA Tapaktuan sampai hasil swab berikutnya keluar.

Sesuai pedoman karantina/isolasi pasien Covid-19, terang Novi, dirinya sudah bisa dinyatakan sembuh dari Covid-19 karena sudah selesai menjalani isolasi selama 14 hari. Apalagi sudah melakukan pemeriksaan swab ulang secara mandiri di Lab PCR Unsyiah, Banda Aceh dengan hasilnya negative.

“Sebenarnya, jika tidak melakukan pemeriksaan swab ulang maka harus meenambah masa isolasi selama 10 hari lagi. Tapi karena sudah melakukan swab ulang dengan hasilnya negative maka dinyatakan sudah sembuh dari Covid-19,” terang Novi.

Meskipun demikian, ia mengaku sudah meminta izin kepada pimpinan daerah untuk beristirahat selama beberapa hari lagi dirumahnya sebelum mulai masuk kantor kembali.

Sebelumnya diberitakan Plt. Kadiskes Aceh Selatan, inisial N (46) dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab RT-PCR Balitbangkes Jakarta, yang keluar Minggu (9/8/2020) lalu.

Hasil swab itu merupakan bagian dari 160 orang lebih sample swab yang diambil sekitar 1 Agustus 2020 lalu di RSUDYA Tapaktuan lalu dikirim ke Balitbangkes Aceh, Lambaro, Aceh Besar. Karena Balitbangkes Aceh mengalami kehabisan barang habis pakai (BHP), sehingga mengalami kendala melakukan pemeriksaan specimen swab melalui metode RT-PCR. Kemudian sample swab lebih dari 160 orang dari Aceh Selatan ini dikirim ke Balitbangkes Jakarta.

Proses pemeriksaan swab dengan metode RT-PCR di Balitbangkes Jakarta, baru keluar pada Minggu (9/8/2020) malam.

Plt. Kadiskes Aceh Selatan Novi Rosmita, yang dikonfirmasi ulang di Tapaktuan, Senin (10/8/2020), membenarkan bahwa dirinya telah terkonfirmasi positif Covid-19 hasil pemeriksaan swab dengan metode RT-PCR Balitbangkes Jakarta yang baru diterima pihaknya Minggu (9/8/2020).

Menurutnya, sebelum sebanyak 6 orang tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Aceh Selatan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, ia sempat melakukan kontak erat bahkan sempat menggelar rapat dengan para tenaga kesehatan dimaksud khususnya dengan para Tim Tracking kontak erat positif Covid-19 bentukan Dinkes Aceh Selatan.

Sejak 6 orang Tim Tracking bentukan Dinkes Aceh Selatan terkonfirmasi positif Covid-19 atau persisnya sejak 1 Agustus 2020 lalu, ia bersama seluruh anggota keluarganya telah melakukan isolasi mandiri dirumahnya.

“Terhitung sampai hari ini, saya bersama keluarga sudah menjalani isolasi mandiri sekitar 10 hari. Selama ini saya sama sekali tidak melakukan aktivitas masuk kantor atau keluar rumah lagi untuk menghindari terpapar orang lain,” ujarnya.

Kemudian, ia bersama anggota keluarganya terpaksa harus melanjutkan isolasi di salah satu ruang khusus Covid-19 di RSUDYA Tapaktuan.

“Langkah ini harus kami dilakukan, karena suami saya sempat mengalami gejala demam dan batuk-batuk. Apalagi tempat tinggal kami berlokasi di pusat pasar Kota Tapaktuan. Makanya, untuk mencegah hal-hal yang tak di inginkan serta untuk kenyamanan bersama kami memutuskan memilih melakukan isolasi di Rumah Sakit. [] Naidy Beurawe

Pos terkait