Banyak Penyuluh KB di Aceh Selatan Belum Bekerja Maksimal

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Wakil Bupati (Wabup) Aceh Selatan, Tgk. Amran menyesalkan dan mengkritik keras masih lemahnya kinerja tenaga penyuluh PKB dan PLKB di jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) setempat, sehingga berdampak masih kurangnya bertisipasi masyarakat mendukung program nasional KKBPK yang dicetuskan pihak BKKBN.

Penegasan itu disampaikan Tgk. Amran saat menggelar pertemuan tatap muka dengan 35 orang Penyuluh KB dan 37 orang PLKB seusai prosesi penyerahan kendaraan dinas secara simbolis di Aula Dinas Pariwisata, Tapaktuan, Selasa (8/10/2019).

Bacaan Lainnya

“Hasil evaluasi dilapangan, masih banyak ditemukan tenaga penyuluh belum mampu bekerja maksimal dalam merealisasikan program KKBPK. Sehingga berdampak kurangnya partisipasi masyarakat,” kata Tgk. Amran.

Kepala DP3AKB Aceh Selatan, Yulmainar SE mengakui bahwa masih banyak ditemukan tenaga penyuluh dijajarannya berkinerja buruk. Indikasinya, dari sebanyak 40 kampung KB yang telah di canangkan oleh Bupati Aceh Selatan, baru 4 yang telah berjalan.

Ke empat kampung KB yang telah berjalan tersebut masing-masing kampung KB Sakinah Desa Pasie Kuala Asahan dan kampung KB Anugrah Desa Gunong Pulo, Kecamatan Kluet Utara.

Selanjutnya, kampung KB Mawar Merah Desa Pasie Merapat dan kampung KB Delta Samawa Desa Kedai Kandang Kecamatan Kluet Selatan.

“Dalam realisasi program dilapangan, masih banyak capaian target dan perkembangan program nasional yang belum berjalan dengan baik,” sesalnya.

Ia menyebutkan bahwa, beberapa target yang belum tercapai dalam pelaksanaan program KKBPK tersebut diantaranya seperti permasalahan dilapangan tidak adanya kegiatan lanjutan setelah pencanangan program.

Kurang melibatkan para pejabat terkait pemangku kepentingan di setiap implementasi konsep kampung KB. Kurangnya penggerak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kampung KB dan kurangnya ketersediaan sumber daya manusia.

Pos terkait