Jembatan Gantung Putus di Samadua, Satu Warga Patah Empat Lainnya Luka-luka

TheTapaktuanPost | Samadua. Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Subarang dengan Desa Madat, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan putus total pada Kamis (10/10/2019) sekitar pukul 08.00 WIB.

Lima warga yang lagi melintas diatas jembatan gantung tersebut terdiri dari tiga orang diantaranya menggunakan sepeda motor dan dua lainnya berjalan kaki, jatuh ke dasar sungai bersama dengan sepeda motor yang sedang di kendarai.

Bacaan Lainnya

Keuchik Desa Subarang, Hermanda melaporkan, dari lima warga yang menjadi korban, satu orang mengalami patah tulang dan dua lainnya mengalami luka-luka di pinggang.

“Lima orang warga yang menjadi korban terdiri dari, dua anak-anak dan tiga orang dewasa. Tiga orang satu keluarga lagi menyeberang dengan sepeda motor hendak mengantar anaknya ke TK. Dan dua orang lagi juga satu keluarga berjalan kaki juga hendak mengantar anaknya ke TK,” ungkap Hermanda.

Sesaat setelah mengetahui jembatan gantung putus, puluhan warga setempat langsung berhamburan ke luar rumah memberi pertolongan terhadap warga yang menjadi korban.

“Warga korban langsung dilarikan ke RSUDYA Tapaktuan untuk mendapatkan penanganan medis. Sejauh ini baru diketahui tiga orang dewasa yang mengalami luka-luka dan patah tulang sementara anak-anak yang juga turut jadi korban belum diketahui kondisinya bagaimana,” ujar Hermanda.

Sementara, Camat Samadua Suhaimi Shalihin S.Ag mengatakan, penyebab jembatan gantung tersebut putus murni karena konstruksinya sudah sangat tua yakni sudah berumur sekitar 25 tahun lebih.

“Jembatan gantung yang putus dan sudah jatuh ke dasar sungai ini total tidak bisa di fungsikan lagi. Kita sudah melaporkannya ke pihak BPBD, agar segera dilakukan langkah penanganan. Diharapkan jembatan itu segera di bongkar, agar tidak hanyut karena saat ini sedang musim hujan,” ujarnya.

Jalur Transportasi Anak Sekolah

Dalam kesempatan itu, Camat Samadua Suhaimi Shalihin juga mengharapkan kepada Pemkab Aceh Selatan agar segera membangun jembatan gantung baru dilokasi yang sama.

Soalnya, jembatan gantung tersebut merupakan akses satu-satunya yang menjadi urat nadi utama masyarakat untuk menghubungkan transportasi antar desa dalam kecamatan setempat.

Terutama akses satu-satunya bagi anak sekolah mulai tingkat TK, SD hingga SMP.

“Jembatan itu akses satu-satunya ke Desa Madat dari Desa Subarang maupun sebaliknya bagi anak sekolah. Karena rumah sekolah TK dan SD Air Sialang serta SD Inpres berada di Desa Madat. Sementara SMP 3 Samadua berada di Desa Subarang. Jalur itu lebih banyak dipakai oleh anak sekolah selama ini,” kata camat.

Sebenarnya, ada jalan alternatif satu lagi dengan rutenya mulai dari Panton Luas lalu melewati Desa Subarang hingga Desa Kuta Baru dengan jarak tempuh sekitar 1 Km lebih dengan cara jalan memutar.

“Namun kondisi itu sangat memberatkan anak-anak sekolah, terutama anak TK dan SD. Mereka dipastikan tidak sanggup berjalan kaki sekitar 1 Km lebih,” tandas camat.

Pos terkait