TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Untuk mencegah penyebaran Virus Corona atau COVID-19 di sentra-sentra perdagangan yang ramai dikunjungi masyarakat seperti Pasar Inpres Tapaktuan, Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop dan UKM) akan menerapkan sistem jual beli bahan kebutuhan pokok dan sayur-mayur via WhatsApp.
Kepala Disdagperinkop dan UKM Aceh Selatan Teuku Harida Aslim S.E ,M.M kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (1/4/2020) mengatakan, wacana transaksi jual beli via WhatsApp antara konsumen dengan para pedagang tersebut menindaklanjuti aturan social distancing dan physical distanting yang telah ditetapkan pemerintah yakni untuk menghindari keramaian di Pasar Inpres Tapaktuan.
“Sistemnya nanti kita akan meminta nomor – nomor WhatsApp para pedagang dan mengumumkannya kepada konsumen yang ingin berbelanja keperluan sehari – hari di Pasar Inpres Tapaktuan,” ujarnya.
Pihaknya mengharapkan, setelah sistem jual beli via WhatsApp tersebut diterapkan, para konsumen secara otomatis tinggal menunggu pesanan diantar langsung ke rumahnya masing-masing.
“Bisa saja nanti yang mengantar pesanan itu para abang becak, maka tidak salahnya konsumen akan mengeluarkan biaya antar. Hal ini kita lakukan untuk mencegah penyebaran Virus Corona,” ucapnya.
Pada bagian lain, ia menyatakan sejauh ini harga kebutuhan pokok di Kabupaten Aceh Selatan masih stabil, kecuali harga gula pasir yang mengalami kenaikan cukup signifikan tembus Rp. 22.000/kg dari sebelumnya Rp. 18.000/kg.
“Naiknya harga gula ini karena belum lancarnya pasokan dari distributor di Medan, Sumatera Utara. Kita berharap pasokan gula ini kembali lancar dan harganya kembali stabil,” pungkasnya.
Pemkab Aceh Selatan Akan Terapkan Jual Beli Via WhatsApp di Pasar Inpres Tapaktuan





