Dalam rangka mendapatkan informasi serta pemetaan permasalahan yang menjadi penyebab utama terjadinya banjir, tim TDMRC-Unsyiah bersama BPBD menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Setdakab Aceh Selatan, Tapaktuan, Jumat (26/4/2019). FGD ini merupakan bagian dari rencana kerja pada Kegiatan Swakelola Type II Kerjasama BPBA dan TDMRC-Unsyiah.
Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran ini turut dihadiri Sekdakab H. Nasjuddin SH, Asisten I Erwiandi S.Sos,M.Si, Kepala Bappeda Mufti A. Bakar, Kalak BPBD Cut Syazalisma S.STP, Kadis Sosial Musni Yakob, Kadis PUPR Ir. Tuanku Bahrumsyah, Kadis Pertanian Yulizar, Plt. Kadis Kesehatan Drs. HT. Darisman, tokoh masyarakat, LSM dan beberapa stakeholder lainnya.
Dr. Ella Meilianda mewakili tim kajian teknis TDMRC-Unsyiah, mengatakan maksud dan tujuan dilaksanakan program tersebut adalah sebagai bentuk kajian awal studi kelayakan penanggulangan banjir, metode yang akan diterapkan, termasuk pengumpulan data dan informasi.
“Skema penanganan banjir yang akan di implementasikan dikawasan Trumon nantinya adalah dengan cara mengetengahkan konsep eko hidrolik,” ungkapnya.
Dr. Ella menjelaskan, penanganan bencana banjir dengan konsep ini lebih kepada mengembangkan unsur ekologi atau lingkungan.
“Artinya bahwa, konsep eko hidrolik dalam penyelesaian banjir bertitik tolak pada penanganan banjir secara menyeluruh, bukan hanya pada penanggulangan secara lokal akibat banjir, seperti yang berlangsung selama ini,” papar Dr. Ella.
Penanggungjawab kegiatan studi kelayakan banjir Trumon Dr. Saumi Syahreza menambahkan, melalui kegiatan FGD tersebut, pihaknya berharap dapat memperoleh masukan atau informasi mengenai permasalahan yang bersifat lokal dan spesifik kedaerahan.
“Penyelesaian masalah banjir dikawasan Trumon akan dapat ditentukan setelah informasi dari berbagai pihak berhasil dikumpulkan dan kemudian dianalisis,” ujarnya.
Dr. Saumi juga menjelaskan bahwa dalam beberapa hari kedepan, tim juga akan mengumpulkan berbagai informasi penting lainnya, baik melalui pengukuran lapangan, pengoleksian data-data sekunder maupun wawancara dengan masyarakat setempat.
Ia mengatakan, tim melakukan kegiatan awal selama tiga hari di Kabupaten Aceh Selatan dimulai dari mendapatkan data di dinas/instansi terkait. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke wilayah kawasan banjir di Trumon untuk mendapatkan bahan kajian baik sumber masalah ataupun dampak, baik terkait kondisi alam maupun sosial ekonomi masyarakat.
Kalak BPBD Aceh Selatan Cut Syazalisma S.STP mewakili Pemkab Aceh Selatan sangat menyambut baik program tersebut. Pemkab Aceh Selatan, kata Cut Syazalisma, berkomitmen mendukung penuh program yang dicanangkan Pemerintah Aceh bekerja sama dengan TDMRC Unsyiah dalam upaya melakukan penanggulangan banjir secara komprehensif di kabupaten tersebut.
Untuk bahan referensi awal, Kalak BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma S.STP berkesempatan memaparkan kondisi persoalan banjir dikawasan Trumon Raya sejak lima tahun terakhir (2014-2018) dihadapan peserta FGD.
Pihaknya berharap, program tersebut dapat menjadi moment titik awal dalam upaya serius semua pihak menyelesaikan permasalahan banjir Trumon yang sudah berlangsung sejak lama namun hingga kini belum ada solusi konkrit menyelesaikannya.
“Kita harapkan kajian teknis yang akan dilakukan tim TDMRC Unsyiah betul-betul berdasarkan fakta dilapangan sehingga dapat menjawab permasalahan secara menyeluruh,” kata Cut Syazalisma.
Bahkan, sambung Cut Syazalisma, pihaknya juga telah merencanakan bahwa proses kajian permasalahan tersebut nantinya akan di kembangkan secara lebih luas lagi dengan mengadakan FGD melibatkan lima kabupaten/kota di Aceh yang terdampak langsung akibat luapan sungai Alas (Aceh Tenggara) di hulu dan sungai Gelombang (Lae Soraya) perbatasan Aceh Selatan, Pemko Subulussalam dan Aceh Singkil di hilir.
Karena itu, lanjut Cut Syazalisma, Pemkab Aceh Selatan mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Aceh dalam hal ini BPBA yang telah memfasilitasi baik program maupun pendanaan sehingga kegiatan kajian banjir di kawasan Trumon dapat terselenggara antara TDMRC Unsyiah dengan BPBD Aceh Selatan.
“Pemkab Aceh Selatan mengharapkan agar implementasi program itu dapat dilanjutkan dengan pembuatan Master Plan sebagai proses DED yang komprehensif menanggulangi bencana banjir mulai dari hulu sampai ke hilir,” pungkasnya.
Keterangan dihimpun di Tapaktuan, dukungan terhadap penanggulangan bencana banjir Trumon secara komprehensif dan permanen juga diberikan Ketua DPRK Aceh Selatan, T. Zulhelmi. Seusai berlangsungnya FGD di aula Setdakab, T. Zulhelmi didampingi Kalak BPBD Cut Syazalisma berkesempatan menjumpai secara khusus tim TDMRC Unsyiah dalam rangka memberikan dukungan serta informasi tentang kondisi kawasan banjir Trumon.






