Ketika Kepala Naga Kembali Berbalik Arah Ke Selatan

Oleh : Drs. M. Nazari Syam, M.Si

KOTA Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan memilik sejarah panjang. Wakil Presiden RI pertama, Mohammad Hatta pernah berkunjung ke Kota Tapaktuan pada tahun 1945 diawal kemerdekaan untuk menaikkan bendera merah putih.- masih ada tugu di kota sampai saat ini. Beliau juga sempat singgah di puncak gunung guliran naga pada sebuah pondok yang disebut Jambo Hatta.-sampai sekarang masih ada, walaupun tidak terurus lagi.

Bacaan Lainnya

Kota Tapaktuan juga sebuah kota legenda yang sangat populer dengan Kota Naga.- sebuah legenda yang diyakini masyarakat Aceh Selatan secara turun temurun tentang “Pertempuran untuk merebut seorang putri yang diasuh dan dipelihara oleh dua ekor naga sampai besar, menjadi seorang gadis cantik yang dipanggil dengan putri Naga.-dengan seorang pertapa yang mendapat julukan Tuan Tapa.

Namun, Kabupaten Aceh Selatan juga memiliki tantangan dalam hal pembangunan dan tata kota. Sebagai kota kecil yang indah di kaki bukit, memerlukan penataan yang eksotik .- Potensi pariwisata dan ekonomi masih dapat dikembangkan lebih baik karena memilki teluk yang terbentang dihamparan lautan luas samudra hindia.

Kini, kepala Naga yang gagah berbalik arah- berpindah ke Selatan, dengan sirip-siripnya yang kokoh. Gerakan yang agung dan berwibawa, layaknya seorang kaisar yang memimpin pasukannya ke medan perang. Suasana tidak tegang, bukan seperti saat  pertempuran dulu dimulai, dengan dentuman petir yang bergulung-gulung di kejauhan.

Tanpa suara gemuruh yang menggetarkan bumi, Kepala Naga itu berbalik, dan tatapannya jatuh ke arah Selatan, tempat di mana matahari terbenam dan legenda lahir. Seolah-olah, dia sedang memanggil para pahlawan untuk berkumpul dan menjaga tanah airnya, dengan  suara pelan tanpa berisik. Naga yang baru dilantik berujar : “Aku adalah penjaga Selatan, aku adalah Kepala Naga yang akan menjaga titah endatu kita.

Langkah pelan tapi pasti suasana mulai mencair dan mengalir, membawa serta aroma misteri dan kekuatan alam. Kepala Naga itu mulai berbicara, suaranya pelan namun tegas : “Saya adalah Kepala Naga, penjaga Selatan, dan saya akan melindungi tanah air saya dari segala ancaman!
Walaupun masih ada riak-riak kecil namun disikapi dengan bijaksana.

Dengan demikian, Kabupaten Aceh Selatan siap menghadapi tantangan dan menjaga keindahan serta keunikannya budaya yang ada di dalam masyarakat kita.

Semoga Kepala Naga terus menjaga dan melindungi tanah air kita, membawa kedamaian dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Aceh Selatan.

Kita harus bersatu, masyarakat Aceh Selatan! Jangan lagi saling menyalahkan, tapi kita harus bekerja sama untuk membangun daerah kita yang tercinta ini.

Mari kita jaga keindahan alam, lestarikan budaya, dan tingkatkan kesejahteraan masyarakat. Bersama-sama, kita bisa membangun Kabupaten Aceh Selatan menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera. Aku adalah penjaga Selatan, aku adalah Kepala Naga, dan kita semua adalah penjaga daerah yang kita cintai.

Penulis adalah : mantan Kabag Umum dan Kepegawaian BRA Provinsi Aceh yang kini staf di Kantor Gubernur Aceh.

Pos terkait