Dinas Terkait di Aceh Selatan Diminta Pro-aktif Dampingi Masyarakat Ingin Membuka Usaha

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Ketua DPRK Aceh Selatan, Amiruddin, meminta kepada dinas terkait di jajaran Pemkab Aceh Selatan pro-aktif melakukan pendampingan terhadap masyarakat yang ingin membuka kegiatan usaha dalam rangka mendorong percepatan kemajuan pembangunan daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Dinas terkait seharusnya jangan tinggal diam, tapi harus pro-aktif melakukan pendampingan dilapangan guna mendukung dan menyukseskan rencana kegiatan usaha yang akan dikembangkan oleh masyarakat. Sehingga iklim investasi dalam daerah cepat tumbuh dan perputaran ekonomi masyarakat akan meningkat,” kata Amiruddin kepada TheTapaktuanPost di Tapaktuan, Jum`at (19/2/2021).

Bacaan Lainnya

Saran dan masukan ini disampaikan Ketua DPRK Aceh Selatan menyikapi pertanyaan sebuah Lembaga LSM terkait keharusan memiliki kajian Analisis Masalah Dampak Lingkungan (AMDAL) terhadap pengembangan objek Agrowisata Puncak Sigantang Sira di Trumon yang sedang digagas oleh salah seorang pengusaha yang juga pegiat wisata di Kabupaten Aceh Selatan.

Menurutnya, dinas terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Selatan harus turun langsung meninjau lokasi rencana pengembangan objek wisata tersebut. Sebab dengan telah turun langsung, pihak dinas bisa melihat dan mengumpulkan informasi secara langsung dilapangan jangan justru mendengar informasi secara sepihak.

“Pihak dinas tidak boleh menelan mentah-mentah informasi yang disampaikan secara sepihak, sebab bisa jadi faktanya dilapangan tidak seperti yang disampaikan itu. Makanya, jangan duduk saja di meja kantornya tapi hendaknya langsung dikroscek ke lapangan untuk mendapatkan informasi yang valid,” pinta Amiruddin.  

Demikian juga, sambung Amiruddin, jika memang ada hal-hal atau kewajiban tertentu yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha, maka dinas terkait juga berkewajiban menyampaikannya secara langsung kepada pelaku usaha tersebut. Sehingga pelaku usaha di Aceh Selatan merasa terbantu dan dipermudah dalam menanamkan investasinya untuk mengembangkan sebuah unit-unit usaha baru.

“Yang kita sayangkan adalah, pihak dinas terkait justru langsung menyampaikan sebuah persoalan ke media massa tanpa lebih dulu melakukan pendampingan. Jika memang ada administrasi yang dinilai belum lengkap, seharusnya lebih dulu dilakukan pembinaan dan pendampingan. Sehingga para pelaku usaha merasa nyaman menanamkan investasinya di daerah ini,” sesal Amiruddin.

Padahal, sambung Amiruddin, dibeberapa kesempatan Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran sudah sangat sering menyampaikan bahwa Pemkab Aceh Selatan sangat terbuka (wellcome) kepada para pengusaha baik investor dalam negeri maupun investor luar negeri yang ingin menanamkan investasinya di Aceh Selatan. Bupati Tgk. Amran menegaskan dan menjamin akan mempermudah seluruh pengurusan administrasi tanpa membebankan biaya dan juga memastikan kenyamanan dan keamanan para investor di daerah itu.

“Penegasan ini sudah sangat sering disampaikan Bupati Aceh Selatan dalam beberapa kesempatan, bagian dari upaya dan usaha-usaha beliau menggaet atau menarik minat para investor menanamkan investasinya di Aceh Selatan. Seharusnya, garis perjuangan dan kebijakan Bupati Tgk. Amran ini ditindaklanjuti secara serius oleh aparatur pemerintah di jajaran Pemkab Aceh Selatan. Yang salah satu langkah nyata dan konkrit itu adalah pro-aktif memfasilitasi para pelaku usaha yang ingin membuka kegiatan usaha, sehingga para pengusaha merasa dipermudah bukan justru ditekan psikologinya,” tegas Amiruddin.  

Dari sejumlah rencana kegiatan usaha yang akan dikembangkan oleh para pelaku usaha di Aceh Selatan, dari pengamatan Amiruddin, rencana kegiatan usaha pengembangan objek Agrowisata Sigantang Sira, Puncak Pinto Angen, Gunong Kapho, Trumon terlihat sangat serius akan digarap oleh salah seorang pengusaha yang juga pegiat wisata di Aceh Selatan, Tgk. Abrar Muda.

Jika program ini terwujud, maka Kabupaten Aceh Selatan akan memiliki destinasi (spot) wisata baru yang akan menjadi andalan di Pantai Barat Selatan Aceh. Sebab dengan pemandangan pesona alam yang cukup eksotis, objek agrowisata Puncak Pinto Angen yang berada di puncak Gunong Kapho yang diselimuti awan putih serta dinginnya hembusan angin, para pengunjung bisa memanjakan matanya memandangi birunya lautan Samudera Hindia yang dihiasi indahnya Pulau Dua Bakongan. Sementara dipenjuru lainnya, para pengunjung juga bisa menikmati keindahan hamparan perkebunan sawit yang hijau yang berdampingan langsung dengan hamparan rawa-rawa Suaka Marga Satwa Rawa Singkil-Trumon. Menariknya lagi, dari atas puncak gunung Pinto Angen tersebut, para pengunjung juga bisa menikmati keindahan alam pesisir pantai Kemukiman Bulohseuma yang terkenal dengan wilayah produksi lebah madu terbesar di Aceh Selatan yang berbatasan langsung dengan Kuala Baru, Aceh Singkil.

“Jika rencana pengembangan objek wisata ini terwujud, maka ini akan menjadi asset berharga bagi pemerintah daerah dan masyarakat Aceh Selatan. Sebab, objek wisata ini akan menjadi sumber PAD baru bagi daerah dan sumber perekonomian baru bagi masyarakat karena selain akan menyerap tenaga kerja local juga akan tumbuh unit-unit usaha baru (pedagang) disekitar lokasi tersebut. Maka sudah sewajarnya, semua pihak mendukung pengembangan objek wisata ini demi kemajuan Aceh Selatan ke depannya,” pinta Amiruddin.      

Pos terkait