Kelesuan Ekonomi dimasa Pandemi Covid-19 Faktor Utama Menurunnya PAD Aceh Selatan

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Selatan, Masrizal S.E,M.Si mengatakan, dari sejumlah SKPK dijajaran Pemkab setempat, ada beberapa SKPK yang capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya hingga memasuki bulan Mei 2021 telah mencapai 50 % bahkan melebihi 100 % dari target yang telah ditetapkan. Namun ada juga sebagian lainnya masih tergolong rendah.

Menurutnya, factor utama yang menyebabkan menurunnya PAD saat ini adalah ada kondisi yang unpredictable (tidak bisa diprediksi sebelumnya) yaitu pandemic wabah Covid-19 yang masih melanda negeri ini, yang berdampak terjadinya kelesuan ekonomi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Penegasan ini disampaikan Kepala Bappeda Aceh Selatan Masrizal S.E,M.Si dihadapan belasan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Aceh Selatan (Gerpas) saat menggelar audiensi dengan Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran di Hall Pendopo Bupati, Tapaktuan, Rabu (26/5/2021).

“Hal inilah yang menjadi dorongan dan perhatian Bapak Bupati Tgk. Amran selama ini. Meskipun demikian, bupati bersama pejabat terkait lainnya sangat berkeinginan PAD ini dapat terus ditingkatkan. Makanya, rapat evaluasi capaian PAD selalu digelar secara rutin setiap bulannya untuk mengukur capaian yang telah di raih dari target yang telah ditetapkan sekaligus memecahkan kendala dan persoalan yang dihadapi dilapangan,” kata Masrizal.

PAD, jelas Masrizal, asalnya adalah dari aktivitas perekonomian masyarakat. Ketika aktivitas ekonomi masyarakat berjalan normal dan lancar maka akan banyak produksi yang dapat di pungut sumber-sumber PAD-nya oleh pemerintah daerah. Namun sebaliknya, jika aktivitas ekonomi lesu maka secara otomatis juga akan berdampak terhadap perolehan PAD daerah tersebut.

“Ketika pasar-pasar hidup dan menggeliat, restoran dan hotel ramai pengunjungnya, maka PAD pun dapat dipungut secara maksimal. Namun kondisi itu sangat berbanding terbalik pasca munculnya wabah pandemic Covid-19. Aktivitas perekonomian masyarakat ambruk total, daya beli berkurang dan lesu. Tentu tidak mendukung ketika pemerintah tetap memungut PAD seperti dikondisi normal seperti sebelumnya,” kata Masrizal.

Sumber PAD lainnya adalah dari sektor pajak. Seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dimana daerah hanya mendapatkan upah pungut. Karena anggarannya terlebih dahulu di transfer ke pusat menjadi pendapatan pusat kemudian akan ada alokasi ke daerah. Persoalannya hari ini, sejak 2020 dan 2021 ekonomi masyarakat bukan hanya di Aceh melainkan di seluruh Indonesia mengalami penurunan signifikan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 terkonstraksi minus 2,37 %, Provinsi Aceh minus 0,27 %, pertumbuhan ekonomi Aceh Selatan juga mengalami terkonstraksi pada tahun 2020 minus 0,05 %.

“Artinya bahwa, pertumbuhan ekonomi Aceh Selatan masih jauh lebih baik dari rata-rata nasional, masih jauh lebih baik dari rata-rata Provinsi Aceh. Kenapa Aceh Selatan bisa lebih baik dari Provinsi Aceh, mungkin dalam Analisa kami bahwa kita kurang di sektor jasa. Berbeda halnya dengan Aceh Utara dan Banda Aceh yang terkonstraksi lebih tinggi, karena di sana masyarakatnya lebih banyak bekerja di sektor jasa. Sedangkan di Aceh Selatan lebih banyak bekerja di sektor primer seperti nelayan dan pertanian serta perkebunan,” papar Masrizal.

Namun jika dibandingkan dengan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Aceh Selatan jauh lebih tinggi melampaui tahun 2020 yaitu mencapai 4,58 %. Posisi itu lebih baik dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh yang hanya 4,44 %. Namun pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Aceh Selatan terkonstraksi secara signifikan turun drastis dari tahun 2019, sehingga menyebabkan perekonomian masyarakat di Aceh Selatan anjlok, banyak usaha masyarakat yang tidak berjalan maksimal, daya beli lesu, aktivitas ekonomi banyak macet hingga gulung tikar.

“Inilah factor utama yang menyebabkan capaian PAD tahun 2020 menurun, tahun 2021 ini juga tidak berbeda jauh dari tahun 2020 lalu. Meskipun demikian, kita tetap terus berusaha meningkatkan perolehan PAD tahun ini. Salah satunya seperti paparan Bapak Bupati Tgk. Amran tadi, dengan mempercepat beroperasinya pabrik CPO sawit di Trumon Timur yang tentunya akan menambah kontribusi PAD bagi Aceh Selatan,” pungkas Masrizal.

Pos terkait